Tuban (beritajatim.com) – Tim gabungan dari Polres Tuban, BPBD Tuban, Basarnas, TNI dan juga sejumlah tim Sar lainnya belum bisa memastikan berapa jumlah penumpang perahu penyeberangan Rengel-Kanor yang tenggelam di Bengawan Solo, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Rabu (3/11/2021).
Namun, berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan oleh petugas gabungan, sejauh ini terdapat 16 orang penumpang termasuk nahkoda perahu yang sudah terdata. Untuk itu, Tim gabungan membuat posko pengaduan untuk memgetahui dan mengumpulkan data apakah masih ada korban lain yang belum terdata.
[berita-terkait number=”5″ tag=”perahu-tenggelam”]
Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, tim gabungan dari pihak Polres Tuban maupun dari BPBD Tuban juga telah berupaya mendata para korban penumpang perahu yang tenggelam itu. Pendataan dilakukan dengan meminta keterangan dari penumpang yang berhasil selamat.
“Sampai saat ini kita belum bisa mengetahui secara pasti jumlah korban tenggelam. Karena memang tidak ada pendaftaran, manifesnya yang naik siapa saja dan berapa jumlah orangnya,” terang Yudi Irwanto, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban saat berada di Posko Pencarian di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel.
Yudi memastikan, terdapat 10 orang termasuk Balita yang berhasil diselamatkan dan ditolong oleh warga. Para korban selamat langsung didatangi oleh petugas untuk didata. Petugas juga mencari tahu apakah ada keluarga mereka yang ikut naik perahu penyeberangan tersebut.
“Yang sudah ditemukan dan selamat ada 10 orang. Nah, dari keterangan mereka yang selamat, ada keluarga mereka yanh belum ditemukan. Untuk sementara jumlahnya ada 6 orang,” sambungnya.
Enam korban yang belum ditemukan itu adalah Kasian (60), nahkoda perahu warga Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro; Erna Fittiani (27), Masdian Purnama (27), keduanya juga warga Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro; kemudian Basori (45), Sutri (50), warga Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Tuban; serta Toro (40), warga Ngandong, Kecamatan Grabagan, Tuban.
“Kita tetap membuka posko di Balai Desa Ngadirejo. Jika ada informasi dari warga maupun keluarganya yang ikut tenggelam atau hilang bisa melaporkan di Posko ini,” tegasnya. [mut/suf]







