Bojonegoro (beritajatim.com) – Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk buruh rokok di Bojonegoro 2024 bertambah.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Bojonegoro Arwan mengatakan, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) dari penyaluran BLT DBHCHT ada tahun ini mengalami peningkatan.
Arwan mengatakan, dalam pagu induk sebelumnya ada 12.011 KPM yang akan menerima BLT DBHCHT dengan total anggaran sebesar Rp24 miliar. Kemudian ada tambahan 4.680 KPM, sehingga totalnya menjadi 14.351 KPM.
“Dan anggarannya otomatis juga bertambah sekitar Rp28,7 miliar,” ujarnya kepada beritajatim.com saat menghadiri penyerahan BLT DBHCHT dari Pemprov Jatim ke butuh pabrik rokok di Bojonegoro,
Rencananya, kata Arwan, penyaluran BLT DBHCHT dari Pemkab Bojonegoro itu akan disalurkan kepada buruh tembakau pada Juli 2024 ini. Pihaknya mengaku masih menunggu hasil verifikasi validasi dari dinas terkait.
“Diusahakan dalam bulan ini (penyaluran) setelah verifikasi (Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) selesai,” tambahnya.
Sementara Ketua Federasi Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Dewan Pimpinan Cabang (FSP RTMM – SPSI DPC) Bojonegoro, Anis Yuliati mengaku untuk pencairan BLT DBHCHT belum dilakukan.
“Kami berharap BLT DBHCHT segera dicairkan dan diterima para buruh rokok yang terdata. Terutama untuk besaran bantuan yang diterima jangan sampai turun, kalau bisa sama dengan tahun lalu,” katanya.
Untuk diketahui, BLT DBHCT tahun 2023 lalu, anggarannya dialokasikan sebesar Rp24,4 miliar untuk 12.238 pekerja atau buruh industri rokok. Setiap penerima manfaat akan mendapat Rp2 juta dari dana tersebut. [lus/beq]






