Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjadi satu-satunya kampus yang menjadi pusat implementasi penyediaan air bersih di pondok pesantren (ponpes) di seluruh Indonesia.
Sebagai langkah awal, Unusa metargetkan akan ada 100 pesantren di Jatim yang bakal digarap instalasinya dalam upaya penyediaan air bersih tersebut. Mengingat, ketersediaan air bersih di ponpes masih sangat kurang. “Alhamdulillah, Unusa satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang mewujudkan penyediaan air bersih di pondok pesantren,” ujar Rektor Unusa Prof Jazidie, ditulis Kamis (30/11/2023).
Lewat LPPM Unusa, kata Jazidie, penyediaan air bersih di ponpes-ponpes tersebut tidak dilakukan dengan cara mengebor. Namun, lebih memanfaatkan air sungai terdekat di kawasan pesantren untuk kemudian diolah. “Unusa memiliki instalasi engineering-nya. Bahkan, proses instalasi penyediaan air di ponpes levelnya sampai tingkat bisa diminum. Jadi, ada levelnya untuk mandi sampai diminum,” ungkap Jazidie.
Dalam program ini, menurutnya Unusa tak hanya sebagai implementator, namun juga menjadi pusat penelitian air bersih. Itu bisa dilihat dari kerjasama yang terjalin antara Unusa dengan National University of Singapore.
Penelitiannya, mulai dari bagaimana pengolahan limbah air jadi air bersih. Instalasinya lebih praktis. “Termasuk bahan yang digunakan berbentuk powder (serbuk) dalam kemasan sachet sebagai bahan untuk menjernihkannya. Jadi, sekarang tidak perlu ada instalasi rumit,” jelasnya.
Implementasi air bersih, lanjutnya, menjadi langkah nyata Unusa untuk bangsa usai meraih predikat Unggul. Unusa ditunjuk pemerintah sebagai implementator. Tak hanya mamasang instalasi saja, tapi penyediaan air bersih di seluruh tanah air. ‘’Targetnya sampai pada level air minum. Nanti, kita presentasi untuk menyediakan pemasangan air bersih di pesantren,” ungkapnya.
Instalasi penyediaan air bersih di ponpes ini memerlukan biaya sekitar Rp 50-100 juta. Mulai dari penyediaan air bersih untuk mandi hingga bisa diminum. “Saat ini yang sudah diterapkan di ponpes di Madura. Yang pilot project di Madura sudah berhasil,” tandasnya. [ipl/kun]
BACA JUGA: 2024, Unusa Targetkan Tambah 4 Guru Besar Baru






