Pendidikan & Kesehatan

Sebelum Meninggal, dr Kurniyanto Dirawat di RSSA Malang

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kepergian dr Kurniyanto sebagai salah satu tim medis di Banyuwangi menjadi kehilangan yang sangat mendalam. Selain sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan di Dinas Kesehatan Banyuwangi, almarhum juga sebagai Plt. Direktur RSUD Genteng.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono menjelaskan, dr. Kurniyanto dinyatakan terinfeksi covid-19 pada awal Desember 2020 lalu, yang sebelumnya ada gejala batuk dan demam. Saat itu, beliau langsung menjalani perawatan isolasi di RSUD Genteng.

“Karena kondisinya yang terus menurun, maka pada 15 Desember beliau dirujuk ke RSUD Saiful Anwar Malang untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Di sana beliau langsung masuk ke ruang ICU,” kata Rio, panggilan akrabnya, Selasa (22/12/2020).

Selama dirawat di Malang, dr. Kurnianto sudah mendapatkan banyak tindakan penanganan sesuai dengan kondisi kesehatan yang muncul.

“Segala usaha sudah dilakukan, bahkan beliau juga sudah mendapatkan terapi plasma konvalesen. Semua sudah berupaya optimal untuk melakukan tindakan. Namun, Allah SWT berkehendak lain. Semoga amal kebaikan almarhum diterima oleh Allah SWT,” kata Rio.

Jenazah dr. Kurniyanto langsung dimakamkan di Tuban, di tanah kelahirannya.

Rio pun kembali berpesan kepada warga untuk tidak menyepelekan covid 19. Penyakit yang disebabkan oleh virus corona ini masih terus terjadi di Banyuwangi dan terus meningkat.

“Angka penularan penyakit ini terus meningkat di Banyuwangi. Kami mohon kepada semua warga untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan. Sayangi diri kita, keluarga kita,” pesannya. [rin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar