Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Pengurus Baru Aspikom Resmi Dilantik, Ini Pesan Gubernur Khofifah

Surabaya (beritajatim.com) – Peranan ilmu komunikasi menjadi sangat krusial di era digital seperti saat ini. Berbagai problem seperti krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan bisa diatasi lewat adanya kolaborasi dan koneksitas antara satu daerah dengan daerah lain.

“Melalui komunikasi, kita bangun kebersamaan, kolaborasi dan koneksitas. Dengan demikian, kita bersama-sama dapat mengatasi krisis pangan, krisis energi maupun krisis keuangan,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat acara Pelantikan Pengurus Pusat Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) di Universitas Ciputra, Surabaya, Kamis (22/9/2022).

Khofifah juga memaparkan tentang peran strategis Provinsi Jatim sebagai lumbung pangan. Berdasarkan laporan 31 Desember 2021, produksi beras Jatim mencapai 9.934.361 Ton GKB (Gabah Kering Giling). “Dalam beberapa kali kesempatan bertemu dengan Presiden Jokowi, kami menyampaikan ke beliau, jika posisi pangan kita sebenarnya aman,” katanya.

Ia juga berpesan kepada Aspikom agar bisa mengurangi maraknya hate speech, bullying dan hoax. Khofifah berharap, setidaknya Aspikom bisa bergerak bersama untuk mereduksi persoalan tersebut.

“Yang penting lagi adalah bahwa setiap komunikasi yang terbangun itu seyogyanya akan membangun muncul understanding. Karena menghindari mispersepsi. Maka komunikasi yang sukses, adalah komunikasi yang bisa membangun koneksitas. Jadi jangan one way traffic communication,” jelas Khofifah.

“Kalaupun kemudian terbangun two way traffic communication, itu semua akan produktif. Itu tugas besar kita semua terutama Aspikom,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Ciputra Surabaya Yohanes Somawiharja mengatakan, perkembangan teknologi komunikasi yang begitu cepat, tampaknya sudah merubah budaya yang tumbuh di masyarakat. Teknologi 4-G maupun 5-G, membuat dunia maya semakin real. “Kecepatan teknologi komunikasi melesat cepat. Dan, itu semua menjadi sebuah tantangan. Tidak apa-apa,” ujar Yohanes.

Ia menambahkan, ilmu komunikasi diharapkan mampu memberikan kontribusi dan memberikan pencerahan, sehingga masyarakat tidak terjebak dalam perbuatan yang menghancurkan dirinya sendiri. “Komunikasi menjadi sangat krusial. Masalah ini menjadi problem dan menjadi tantangan Aspikom. Dan, saya yakin Aspikom mampu,’” imbuhnya.

Sementara Ketua Umum Aspikom Dr Bekti Istiyanto mengatakan jika Aspikom adalah milik bersama. Asosiasi ini didirikan dengan tujuan memajukan rumpun ilmu komunikasi di Indonesia. ‘”Kita yang tergabung dalam Aspikom ingin memajukan rumpun ilmu komunikasi dan menyesuaikan perkembangan ilmu komunikasi di Indonesia,” ungkapnya.

Selain persoalan hate speech, hoax hingga bullying, Bekti menerangkan bahwa tugas berat lain Aspikom ke depan adalah bagaimana teknologi dan komunikasi bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat. “Tidak hanya sekedar digunakan, tapi nggak ngerti apa maksudnya. Itu menjadi tugas komunikasi untuk mengembangkan jauh lebih baik, lebih tinggi, bisa digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

Sebagai informasi, Bekti terpilih sebagai Ketua Umum Aspikom untuk kepemimpinan periode 2022-2025 menggantikan ketua sebelumnya Dr Muhammad Sulhan. Pemilihan sendiri dilaksanakan pada 22 Juli 2022 secara hybrid. Ada 161 peserta yang datang langsung di Lombok mengikuti Kongres VI Aspikom. Selain itu, ada 41 peserta lainnya yang mengikuti secara daring. Sehingga yang memberikan suara ada 202 dari 232 program studi (prodi) aktif sebagai anggota Aspikom. (ipl/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev