Pendidikan & Kesehatan

Pendidikan Usia Dini

Masuk Sekolah Cikal, Murid Jalani Tes Kinestetik dan Psikotes

Surabaya (beritajatim.com) – Kualitas pendidikan menentukan setiap personal anak di masa depan. Bahkan cara menempuh pendidikan pun bisa dengan metode yang berbeda dan lebih enjoy.

Seperti yang dilakukan Sekolah Cikal (Cinta Keluarga). Sekolah milik Najeela Shihab ini yang menerapkan tes kinestetik pada anak sebelum memasuki sekolah dan memasuki ruang kelas. Direktur Sekolah Cikal Surabaya, Ratih Saraswati mengatakan ada dua tes yang harus dijalani anak sebelum masuk sekolah tersebut.

Pertama adalah psikotes. Di sini pihak sekolah melihat kemampuan anak secara lebih mendalam. Sehingga nantinya anak bisa diarahkan masuk ke kelas apa. Hal itu juga untuk menentukan minat anak sesuai dengan passionnya.

“Sehingga ke depan anak bisa bekerja sesuai dengan passion. Kalau besar bisa bekerja dengan passion, anak akan bisa senang setiap saat. Bisa menyalurkan hobbi tapi menghasilkan uang,” tandas Ratih, Jumat (8/3/2019).

Setelah mengetahui minat anak, dilanjutkan dengan tes kinestetik. Tes itu dilakukan untuk melihat cara belajar seperti apa yang cocok untuk anak.

“Karena untuk menangkap pembelajaran, anak-anak beda caranya. Misalnya membaca. Ada anak yang memahami apa yang dibaca sambil tiduran, sambil melihat pemandangan, sambil makan dan banyak cara lain. Itu kita biarkan. Kita fassilitasi semuanya,” jelas Ratih.

Itulah mengapa ruang kelas di sekolah milik Najeela Shihab ini didesain senyaman mungkin. Tidak ada kursi-kursi yang tertata rapi seperti ruang kelas. Siswa per kelas yang tak lebih dari 24 anak, disediakan kursi kurang dari itu.

Lainnya di ruang kelas itu disediakan sofa, kasur, karpet dengan bantal-bantal empuk dan fasilitas lainnya.”Kita ingin memberikan ruang yang senyaman-nyamannya bagi anak untuk belajar. Desain ruang kelas juga sesuai dengan keinginan anak, kita tinggal menyediakan fasilitasnya,” tandas Ratih.

Kinestetik itu juga melibatkan guru kelas yang setia melakukan observasi langsung pada anak selama tiga bulan. “Melihat perkembangan anak, kelebihan dan kekurangan anak apa dan minatnya kemana,” tukasnya.

Konsep kedekatan dengan anak yang diterapkan sekolah yang berada di kawasan Lontar Surabaya ini, maka tidak banyak siswa yang bisa diterima. Dari jenjang Pre school, TK, SD dan SMP, Sekolah Cikal hanya memiliki 310 siswa. Dan spesialnya lagi, di sekolah ini anak tidak harus memakai seragam yang sama. [way/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar