Malang (beritajatim.com) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, aktif dalam menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Penanganan individu dengan gangguan kesehatan mental ini dilakukan dengan berbagai program inovatif berbasis komunitas yang berfokus pada pendekatan humanis, deteksi dini, dan rehabilitasi terpadu.
Inovasi-inovasi ini melibatkan kader kesehatan jiwa,perangkat desa dan tokoh masyarakat. Kepala UPT Puskesmas Bantur Soebagijono
S.Kep, NS, MM.Kes mencatat, terhitung sejak tahun 2011 hingga tahun 2026 saat ini, jumlah penderita ODGJ mencapai 198 orang.
Dari jumlah itu, 12 orang diantaranya masih intensif perawatan. Sedang sisanya, dinyatakan perawatan mandiri. Untuk mengentahui perkembangan pasien ODGJ tersebut, Puskesmas Bantur berkolaborasi dengan kader kesehatan jiwa di lima desa yang dominan penderita ODGJ. Seperti Desa Bantur, Wonorejo, Srigonco, Bandungrejo dan Desa Sumberbening.
“Kami selalu update mengikuti perkembangan kondisi pasien”, terang Bagyo sapaan akrabnya, Kamis (15/1/2026).
Menurut Bagyo, penyebab seseorang bisa menderita ODGJ, salah satunya karena kehidupan mereka 92,4 persen berada dibawah garis kemiskinan.
“Secara riil di lapangan ketika saya melakukan home visit, home Care. Faktor ekonomi itu sering menjadi penyebab atau pemicu ODGJ,” tegas Bagyo.
Adapun untuk proses penyembuhan ODGJ, sambung Bagyo, tergantung pada saat penemuan penderita ODGJ. Jika penemuannya lebih awal dalam kondisi masih baru, tidak sampai tiga bulan bisa disembuhkan. Sbaliknya, jika ditemukan dalam kondisi agak parah, proses penyembuhannya menelan waktu cukup lama.
“Semakin cepat kita menemukan penderita ODGJ, semakin cepat pula untuk disembuhkan,” tandasnya.
Bagyo menjelaskan, penderita ODGJ bermula dari warga dan lingkungan. Untuk penyembuhannya, harus dikembalikan kepada warga dan lingkungan. Sebagai tenaga kesehatan, pihaknya sebatas fasilitator. Sebagai tokoh utama didalam bagaimana mereka bisa kembali dan diterima oleh keluarganya, bagaimana dia bisa berkumpul dengan masyarakat dan lingkungan agar dia sehat secara sosial .
Bagyo juga mengungkapkan rasa terimakasihnya atas sinergi penanganan pasien ODGJ yang juga melibatkan Muspika Bantur dan Kepala Desa.
“Ucapan terimakasih kami kepada teman-teman sejawat yang ada di desa. Dan yang tidak kalah penting dan sangat kami banggakan yaitu para kader kesehatan jiwa, yang telah memberikan kontribusi, bersinergritas, berkolaborasi dengan kami yang ada di Puskesmas Bantur. Sehingga bisa menciptakan kesehatan jiwa yang optimal,” Bagyo mengakhiri. [yog/aje]






