Magetan (beritajatim.com) – Pendaki ritual Magetan diduga meninggal karena hipotermia pada Minggu (23/7/2023). Edi Raharjo salah seorang pendaki yang saat itu tengah membongkar tenda mengetahui kondisi Lasmianto (47) warga Desa Mantren, Karangrejo, Magetan itu.
Edi bercerita jika dia membangun tenda di atas shleter Pos 3 Jalur Pendakian Cemoro Sewu. Saat malam hari hingga dini hari, di shleter tak ada yang ribut. Adem ayem sampai menjelang pagi. Namun, saat pagi hari, PNS Pemkab Ngawi itu sempat bertemu dengan relawan Anak Gunung Lawu (AGL).yang menanyakan padanya soal kabar ada orang meninggal di kawasan Pos 3.
Saat itu Edi belum tahu. Kemudian, relawan AGL sempat turun. Selang dua menit, di shelter ada orang yang meminta tolong padanya. Katanya ada orang yang tidur dan tak bisa dibangunkan.
“Saya panggil lagi itu relawan AGL. Kemudian pas kami cek gitu kondisi sudah kaku. Perlengakapnnya minim sekali. Cuma ada selimut. Jaket juga satu saja. Entah tadi tidur pakai matras atau ndak,” kata Edi saat sampai di Pos Cemoro Sewu.
Edi mengatakan, dari keterangan sejumlah orang, Lasmianto naik dari Cemoro Sewu pada Sabtu (22/7/2023) pukul 18.00 WIB. Tidak sendiri, Lasmianto bersama tiga orang kawannya.
“Namun, ketika kami cek jenazahnya tadi, itu gak ada temennya. Ga tahu temennya di mana ya. Itu yang saya sayangkan. Karena ketika mereka mungkin minta tolong qda orang kedinginan, kami ini siap membantu. Karena, kami bawa jaket lebih,” kata Edi.
Dia bercerita jika suhu di kawasan pos 3 pada Minggu (23/7/2023) dini hari mencapai 10 derajat. Suhu itu sudah dingin sekali. “Dinginnya minta ampun pokoknya,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pendaki ritual ditemukan meninggal dunia di kawasan Pos 3 Jalur Cemoro Sewu Gunung Lawu pada Minggu (23/7/2023). Pendaki tersebut adalah Lasmianto (47) warga Desa Mantren Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Lasmianto merupakan salah satu anggota rombongan salah satu perguruan silat yang melakukan pendakian ritual di Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.
Saat ini tim gabungan TNI, Polri, BPBD Magetan, dan relawan tengah melakukan upaya evakuasi. Sebanyak 6 orang search and recue unit (SRU) sudah naik untuk mengevakuasi. Koordinator Evakuasi Hendrik mengatakan jika pihaknya mendapatkan kabar tersebyt pada Minggu pagi. “Kami mendapat kabar adanya pendaki yang meninggal ini pada Minggu pagi. Kami langsung koordinasi lintas sektor dan langsung mengupayakan evakuasi,” kata Hendrik.
Upaya evakuasi akan dilakukans ecara estafet. Pun, tim SPKT Polres Magetan juga turut naik untuk melakukan identifikasi. Terpisah, Kapolsek Plaosan AKP Joko Yuhono yang ada di lokasi juga masih belum bisa memberikan keterangan kebih lanjut penyebab pendaki tereebut meninggal. “Masih dalam lidik ya” katanya. [fiq/kun]
BACA JUGA:






