Magetan (beritajatim.com) – Sudah delapan jam dua tim search and rescue unit (SRU) berangkat mencari Ali Rahmatullah (48) pria pendaki asal Desa Rejowinangun, Desa Minggiran, Papar, Kediri Jawa Timur.
Titik terakhir Ali terlihat berada di Pasar Dieng atau Pasar Setan. Pendaki yang dikabarkan melakukan ritual di Gunung Lawu itu sempat terlihat mampir di sebuah warung pada Selasa (18/10/2022).
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi mengungkapkan hasil koordinasi sementara dengan tim pencari, masih belum terlihat ada tanda keberadaan pria yang sehari-hari bekerja sebagai sales di sebuah pabrik kecap asal Trenggalek dan buka cabang di Solo itu.
“Masih nihill sampai pukul 17.30 WIB. Dia memperkirakan jika tim sudah berada di lokasi yang difokuskan untuk pencarian yakni di Pasar Dieng. Keberadaan survivor masih dicari,” kata Eka pada beritajatim.com, Rabu (26/10/2022)
Terpantau cuaca di kawasan Gunung Lawu hujan dengan intensitas sedang dan berkabut. Namun, tidak terjadi badai. Diperkirakan tim pencari akan mengalami kendala pencarian imbas kondisi cuaca. Namun, Eka memperkirakan tim bakal berada di wilayah atas sampai sekitar 2 hari hingga 3 hari.
“Tentu kami menunggu perkembangan. Semoga segera ditemukan. Kami minta doanya dari masyarakat sekalian agar pencarian ini bisa lancar dan survivor ditemukan,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pendaki-hilang-di-gunung-lawu”]
Diketahui, salah seorang pemilik warung di jalur pendakian Gunung Lawu mengaku sempat melihat Ali Rahmatullah (48) pendaki ritual asal Dusun Rejowinangun, RT 01 RW 02 Desa Minggiran, Papar, Kediri, Jawa Timur. Adalah Sarwono alias Jenggot yang mengaku melihat Ali sedang menenteng peralatan ritual di sekitar Pasar Dieng.
” Saat itu saya sedang mencari kayu bakar dengan teman lain untuk memasak. Saya bertemu seorang oria di Pasar Dieng atau biasa disebut Pasar Setan. Korban berjalan sendirian dengan menenteng peralatan ritual di tangan. Setelah itu ada kabsr kalau pria yang saya lihat itu dilaporkan hilang,” kata Jenggot sapaan akrab Sarwono, Rabu (26/10/2022).
Dia bertemu Ali pada Selasa (18/10/2022) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Pendaki ritual itu berjalan dengan peralatan ritual. Setelah itu, pendaki yang bekerja sebagai sales di sebuah pabrik kecap di Solo itu sempat mampir di warung bu Rubi dan mengaku akan ke lokasi ritual Kayangan. (fiq/ted)






