Bojonegoro (beritajatim.com) – Pencarian bocah tenggelam di Sungai Pacal, Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro memasuki hari ketiga pada Jumat (3/2/2023). Tim SAR gabungan menjalankan teknik tradisional dengan menyusuri area sekitar lokasi titik tenggelam.
Komandan Tim Basarnas Surabaya, Putra Rostya mengatakan, kondisi arus sungai tidak sederas kemarin sehingga memungkinkan untuk dilakukan penyusuran sungai dan penggunaan lujuk. Pihaknya menegaskan kepada seluruh unsur untuk menggunakan peralatan keamanan lengkap agar tidak terjadi hal yang diinginkan.
“Pertimbangan medan sungai yang sulit dilalui perahu karet, sehingga pencarian dengan penyusuran sungai. Perahu karet melakukan pencarian di area muara sungai dengan Sungai Bengawan Solo,” ujarnya usai apel penutupan pencarian hari kedua.
Sementara Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Zaenul Ma’arif mengungkapkan, untuk melakukan operasi SAR hari ketiga ini personel diharapkan membawa parang dan lujuk. Peralatan tersebut diperlukan untuk membuka akses dari pohon yang melintang di jalur sungai.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Bojonegoro”]
Selain itu, juga menggunakan peralatan lengkap seperti pelampung dan sepatu.
“Jumlah personel yang melakukan pencarian di sungai juga harus didata. Mulai jumlah saat berangkat dan pulang,” terangnya.
Untuk diketahui, korban tenggelam atas nama M Qhoirul Nasikin (11) asal Kecamatan Soko Kabupaten Tuban itu tenggelam saat mandi bersama orang tuanya di sungai, Rabu (1/2/2023). Tiba-tiba korban tenggelam dan ayahnya yang menunggui di bibir sungai sudah tidak bisa menyelamatkan korban. [lus/beq]






