Bojonegoro (beritajatim.com) – Pencarian bocah tenggelam di Sungai Pacal turut Desa Semenpinggir Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro dihentikan. Proses pencarian dihentikan karena sesuai standar operasional prosedur (SOP) pencarian hanya boleh dilakukan hingga pukul 17.00 WIB.
Korban atas nama M Qhoirul Nasikin (11) yang dilaporkan tenggelam ceritanya saat itu sedang mandi disungai bersama orang tuanya. Korban diduga terpeleset kemudian tenggelam. Kedalaman sungai yang dipakai mandi tersebut diperkirakan sedalam kurang lebih 3 meter.
BACA JUGA:
Bocah 11 Tahun Tenggelam di Sungai Pacal Semenpinggir Bojonegoro
Korban yang berdomisili di Kecamatan Soko Kabupaten Tuban itu sedang berkunjung ke rumah orang tua ibunya. Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB, korban mandi di sungai bersama bapak dan dua saudaranya. Mandi di sungai sudah menjadi hal biasa bagi warga setempat.
“Warga sekitar sini memang masih sering mandi di sungai,” ujar salah seorang warga setempat, Naim, Rabu (1/2/2023).
Sementara Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Zaenul Ma’arif yang memimpin operasi SAR mengungkapkan, pencarian hari pertama terhadap survivor (korban) dilakukan dengan cara manuver perahu karet, penyisiran, dan pemasangan jaringan.
“Pencarian hari pertama survivor (korban) belum ditemukan dan akan dilanjutkan besok,” ujarnya saat di lokasi kejadian.
Sekadar diketahui, dalam operasi SAR itu dilakukan oleh BPBD Bojonegoro, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Potensi Relawan, dan masyarakat setempat. [lus/suf]







