Bojonegoro (beritajatim.com) – Seorang pencari ikan pladu atau ikan mabuk di Sungai Bengawan Solo turut Desa Tanggungan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro hilang. Pencari ikan tersebut diduga tenggelam, mengingat debit sungai terpanjang di Pulau Jawa itu kini sedang naik. Saat ini korban masih dalam proses pencarian, Kamis (4/1/2024).
Kapolsek Baureno Polres Bojonegoro Ipda Suiswanto mengatakan, korban diduga tenggelam itu atas laporan Kepala Dusun Nggowok, Desa Lebaksari. Korban atas nama Solikin (55) petani asal Dusun Nggowok RT 12 RW 05 Desa Lebaksari Kecamatan Baureno.
“Korban diduga tenggelam saat mencari ikan di Sungai Bengawan Solo turut Desa Tanggungan, Kecamatan Baureno pada saat mencari ikan pladu atau ikan mabuk,” ujar Ipda Suiswanto.
Menurut Suiswanto, korban bersama warga lain saat itu sedang mencari ikan di Sungai Bengawan Solo. Korban berangkat mencari ikan sekitar pukul 14.00 WIB.
Namun, hingga pukul 17.30 WIB yang bersangkutan belum pulang. Sedangkan, warga lain sudah mulai pulang karena kondisi mulai gelap.
“Setelah hingga malam tidak kunjung pulang, pihak keluarga bersama warga sekitar sempat mencari korban di bantaran sungai. Namun, hingga sekarang belum ditemukan,” pungkasnya.
Sementara diketahui, kondisi debit air sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro trennya sedang naik. Air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu keruh, berwarga kecoklatan dengan banyak eceng gondong yang turut mengalir. Kondisi tersebut yang diduga membuat ikan mabok dan banyak diburu warga. [lus/beq]






