Surabaya (beritajatim.com) – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah melimpahkan tiga kasus korupsi kepada Kejaksaan Agung, setelah menetapkan dua tersangka. Yakni, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febri Adriansyah dan pihak swasta bernama Don Ritto.
Pelimpahan tiga kasus korupsidari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri itu pun telah dikonfirmasi oleh Plt Jampidsus, Rudi Margono.
“Kami secara formil menerima penyerahan penanganan tiga perkara, yang hari ini, sebagai bentuk komitmen agar ada percepatan profesionalisme dan sinergi dalam penanganan karena faktanya masyarakat menunggu penyelesaian perkara,” kata Margono di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan (Jaksel).
Tiga kasus atau perkara itu adalah dugaan korupsi batu bara, Asabri, dan Krakatau Steel. Polisi sudah menggeledah money changer dan Cafe de’Clan Signature di kawasan Cipete Jakarta Selatan, hingga sebuah rumah di kawasan Bogor, Jawa Barat.
Pelimpahan tersebut tentunya fakta yang patut diapresiasi bersama, mengingat kejahatan dilakukan oleh oknum APH, bukan kelembagaan. Hal ini pun tegas disampaikan oleh Komisi III DPR RI.
Hal ini tampak dalam konferensi pers digelar di kompleks Kejagung RI, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2026) yang dihadiri Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Alfath, Kakortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri dan Plt Jampidsus Kejagung Rudi Margono.
Senator asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama pun mengapresiasi. “Pernyataan resmi dari Komisi III DPR RI patut diapresiasi publik, karena kita harus memilah kejadian yang disebabkan oknum. Jangan sampai satu oknum melakukan penyimpangan, sebuah kelembagaan atau institusi serta merta disangkutpautkan. Kita bicara sebuah PR besar negara kita, yaitu menjawab tantangan global,” tegasnya.
“Bagaimana asta cita Bapak Presiden Prabowo kita implementasikan bersama-sama menjadi penguatan posisi Indonesia di tengah era kompetisi global. Banyak PR di depan mata, terkait pertahanan keamanan negara hingga aspek-aspek ekonomi produktif,” imbuh Ning Lia, sapaan akrabnya.
Ia pun menambahkan apresiasi atas atensi dari Presiden Prabowo Subianto yang selalu gerak cepat menyikapi berbagai permasalahan di tengah masyarakat.
“Bapak Presiden memang dikenal dengan vibes aspiratifnya. Dan harus kita akui pula, Kejagung pun sangat gerak cepat menyikapi bahkan melakukan tindakan penegakan hukum atas kasus yang viral tersebut. Ini tentu harus kita apresiasi bersama,” pungkasnya. [tok/suf]






