Surabaya (beritajatim.com) – Human Initiative di Gresik dan PT Bumi Suksesindo di Banyuwangi punya cara yang sama-sama unik untuk mengembangkan daerah masing-masing.
Program mereka dipaparkan dalam sesi presentasi Jatim PR Award 2022 yang diselenggarakan beritajatim.com, pilar.id, Portal Communications yang berkolaborasi dengan Perhumas (Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia) Surabaya, sebuah organisasi profesi praktisi humas dan komunikasi Indonesia.
Presentasi dilakukan secara daring, di hadapan dewan juri yang terdiri atas Ketua Perhumas Surabaya Suko Widodo, Pemimpin Redaksi beritajatim.com Dwi Eko Lokononto, Dewan Penasihat Badan Pengurus Pusat Perhumas Heri Rakhmadi, dan Usman Kansong, Direktorat Jenderal Infomasi dan Komunikasi Publik, Jumat (25/3/2022).
Human Iniatitive bekerjasama dengan PT Smelting memberikan perhatian pada penanganan tuberkulosis (TBC). Sri Utami dari Human Iniatitive mengatakan, sudah berkolaborasi dengan PT Smelting di Gresik sejak 2019.
“Presiden Jokowi berkampanye bersama menuju eliminasi TBC 2030. Pemkab Gresik sendiri bersama menuju eliminasi TBC 2028. Di Gresik sudah ada peraturan bupati terkait TBC,” katanya.
Beberapa langkah Human Initiative adalah pemberian makanan tambahan untuk pasien TBC, renovasi ventilasi rumah, sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan pemberian modal usaha bagi penderita TB yang sudah sembuh. “Kami sudah mengintervensi 137 pasien TB di tujuh puskesmas,” kata Utami.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Menyosialisasikan program ini Human Initiative dan PT Smelting bekerjasama dengan media massa dan berkampanye di media sosial. “Kami membuat flyer PHBS, video TB kami sebar ke pasien binaan,” kata Utami.
Menurut Utami, melalui program itu, masyarakat merasa terperhatikan. “Program ini satu-satunya yang baru yang menginisiasi. Kalau yang lain-lain support ke pemerintah berupa barang, alat deteksi TB, terutama NGO. NGO lain cuma tracing,” katanya. Para penerima manfaat dijadikan duta-duta untuk memberikan penjelasan bagi pasien binaan yang belum sembuh.
Sementara itu, Maria Adeline Cornelius dari PT BSI menjelaskan, tentang pelibatan partisipasi masyarakat melalui lomba foto. “Kami membuat program public relations setahun sekali untuk khalayak umum. Tahun 2021, perusahaan mengadakan kompetisi fotografi di media sosial perusahaan bertemakan “Banyuwangi Omah Isun” dan mengemasnya dalam sebuah buku foto,” katanya.
Menurut Maria, kompetisi ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat atas kepedulian perusahaan pada potensi daerah tempat beroperasi, membantu pemerintah mempromosikan Banyuwangi sebagai daerah dengan banyak potensi, dan menjadi wadah bagi pecinta fotografi untuk menuangkan karya mereka.
“Kompetisi Foto ini ditujukan untuk dan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Kabupaten Banyuwangi–karyawan PT BSI juga dapat mengikuti kegiatan ini. Kegiatan diadakan selama empat bulan dengan pembagian waktu pelaksanaan, seperti promosi kegiatan, penyerahan hasil karya, pengumuman peserta terpilih, penjurian, desain dan produksi buku,” kata Maria.
“Harapan kami dengan program lomba foto ini kami ingin menampilkan masyarakat sekitar tambang baik-baik saja. Elok. Pulau Merah masih baik-baik saja, dan mereka bisa memperlihatkan wisata sekitar tambang di kanal media sosial,” katanya. [wir/ted]






