Magetan (beritajatim.com) – Longsor talud bahu jalan masuk menuju Telaga Sarangan Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan, Magetan, Jawa Timur semakin melebar pada Selasa (27/12/2022). Sebelumnya, longsor pertama yang terjadi pada 3 Desember 2022, dengan panjang 20 meter dan kedalaman sekitar 5 meter. Kini bertambah jadi 25 meter dengan kedalaman 7 meter.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Magetan Muhtar Wahid menjelaskan jika pihaknya tak bisa segera melakukan penanganan. Pelaksanaan penanganan paling cepat di tahun 2023 dan bakal menggunakan dana darurat atau anggaran belanja tidak terduga (BTT).
“Kami akan lakukan pengajuan secepatnya, karena ini bencana ya. Kemungkinan nanti pakai dana BTT. Sehingga, kemungkinan dalam Januari 2023 segera dilakukan perbaikan khususnya untuk taludnya yang longsor ini,” kata Muhtar pada beritajatim.com, Kamis (29/12/2022)
Muhtar memperkirakan untuk perbaikan talud bakal membutuhkan anggaran maksimal Rp200 juta. Karena, banguna talud harus kokoh mengingat jalan tersebut tak hanya digunakan untuk kendaraan roda empat pribadi tapi termasuk bus besar.
[berita-terkait number=”4″ tag=”longsor-magetan”]
“Mudah-mudahan sampai bisa ditangani nanti tidak sampai menggerus badan jalan. Sehingga nanti kami bisa fokuskan perbaikkannya di talud yang longsor ini. Segera kami akan ajukan agar bisa segera ditangani,” lanjut Muhtar.
Diketahui, hujan deras selama 4 jam di kawasan Kecamatan Plaosan mengakibatkan jalan masuk menuju kawasan Telaga Sarangan amblas sepanjang 20 meter dan sedalam 5 meter pada Jumat (2/12/2022) pukul 21.00 WIB. Longsoran menimpa material bangunan yang digunakan untuk membangun penginapan.
Lokasi longsor tepatnya di jalan utama menuju loket masuk Telaga Sarangan, masuk Dusun Singolangu RT 12 RW 02, Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Longsoran mengakibatkan guardrail atau pembatas jalan ikut amblas serta sebuah tiang telepon. Diketahui, jalan itu adalah jalan yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan.
Nedi Riyadi, warga setempat mengungkapkan hujan mengguyur sejak pukul 17.00 Wib. Kemudian, akhirnya pinggiran jalan itu akhirnya amblas. Material longsor menimpa material bangunan untuk membangun penginapan. Diketahui, tanah yang digunakan untuk membangun itu adalah milik Suwoto warga setempat yang diperkirakan senilai Rp10 juta. [fiq/suf]






