Mojokerto (beritajatim.com) – Majelis Pengurus Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Mojokerto menggelar acara buka puasa bersama di Desa Wonokerto, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (8/3/2025). Kegiatan ini menjadi agenda rutin dalam rangka memperkuat silaturahmi dan menjaga kondusivitas daerah selama bulan Ramadan.
Acara bertajuk “Buka Puasa Bersama Menjalin Silaturahmi” tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus dan kader PP se-Kabupaten Mojokerto, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mojokerto. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang diskusi serta penguatan kebersamaan antaranggota ormas dan elemen masyarakat lainnya.
Ketua MPC PP Kabupaten Mojokerto, Ayub Busono Listyawan, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan dan keamanan di wilayah Kabupaten Mojokerto.
“Momen buka puasa bersama ini juga menjadi kesempatan untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan mempererat silaturahim serta persaudaraan antar anggota dan persaudaraan dengan ormas lainnya. Hal itu demi menjaga wilayah Kabupaten Mojokerto tetap aman, nyaman dan kondusif,” ujarnya.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, yang diwakili oleh Kepala Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas), Nugroho Budi Sulistya, mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya memperkuat persatuan dan kebersamaan.
“Terutama dalam menghadapi berbagai dinamika politik dan sosial. Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Mojokerto semakin baik. Bahkan saat ini mendapat peringkat aman kelima pasca pelaksanaan Pilkada 2024 yang sempat masuk kategori zona merah telah berubah menjadi zona hijau,” katanya.
Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, melalui Kasat Intelkam, AKP Yuli Riyanto, juga menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan daerah dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.
“Kami selalu melakukan patroli untuk menindak setiap pelanggaran ketertiban. Mohon maaf untuk penggunaan knalpot brong, aksi perang sarung karena kalau dulu perang sarung adalah tradisi tapi saat ini, sarung diikat dikasih batu. Ini yang menjadi bahaya, juga balap liar dan sound horeg mohon maaf tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Ketua Panitia Buka Bersama MPC PP Kabupaten Mojokerto, Mas Londho, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus PP kecamatan yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. “Semoga PP ke depannya tetap rukun, maju dan semangat,” ujarnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Mojokerto, M Rizal Octavian, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Penasehat PP Jawa Timur Gus Basuki, Ketua MPC PP Kota Mojokerto Rudi Handoko, serta tokoh agama dan masyarakat. [tin/suf]






