Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyiapkan 40 ribu kuota beasiswa penuh dan biaya pendidikan terjangkau bagi calon murid yang tidak diterima di SMA/SMK negeri dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025. Program ini menyasar siswa dari keluarga prasejahtera untuk mencegah anak putus sekolah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan langkah ini merupakan hasil kerjasama Pemprov Jatim dengan SMA dan SMK swasta, yang diperkuat melalui penandatanganan komitmen bersama pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2025.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada satuan pendidikan swasta yang telah menyediakan beasiswa penuh dan biaya pendidikan terjangkau bagi calon murid baru,” ujar Khofifah, Senin (5/5/2025).
Khofifah menegaskan, beasiswa ini diprioritaskan untuk siswa dari keluarga Desil 1 dan Desil 2, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah di Jawa Timur. Setiap kabupaten/kota diberikan kuota 150 calon murid, dengan total anggaran Rp 5,7 miliar.
Selain itu, Pemprov Jatim juga akan memberikan bantuan biaya sebesar Rp 1 juta kepada siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dan tidak menerima bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa daya tampung SMA/SMK negeri di Jawa Timur hanya mencapai 38,81 persen dari total lulusan SMP dan sederajat tahun ini yang berjumlah 682.252 siswa. Artinya, sebanyak 420.856 siswa atau 61,69 persen perlu ditampung oleh sekolah swasta.
“Melalui kebijakan strategis ini, kami menggandeng sekolah swasta untuk menyediakan beasiswa penuh maupun subsidi biaya pendidikan. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tidak putus sekolah hanya karena tidak diterima di sekolah negeri,” jelas Aries.
“Melalui langkah stategis dengan kerjasama SMA dan SMK swasta, untuk bisa memberikan kuota bagi siswa tidak mampu atau bagi calon murid yang berprestasi tapi tidak masuk di negeri maka bisa diberikan beasiswa penuh dan beasiswa pendidikan terjangkau,” kata Aries.
Ia menyebut bahwa hingga awal Mei, 24 Cabang Dinas Pendidikan di Jatim telah menyelesaikan kesepakatan dengan sekolah swasta untuk menyediakan total kuota beasiswa lebih dari 40 ribu, melebihi target awal sebanyak 30 ribu siswa.
Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dindik Jatim, Mustakim, menyatakan bahwa informasi kuota beasiswa akan ditampilkan dalam sistem online SPMB 2025. Calon murid bisa mengakses daftar sekolah dan jumlah kuota beasiswa yang tersedia.
“Misalnya, sekolah A menyediakan beasiswa penuh untuk lima siswa, atau sekolah B memberikan potongan biaya 50 persen bagi lima siswa. Semua informasi itu akan tampil di website resmi SPMB,” ungkap Mustakim.
Program ini sebelumnya telah diujicobakan di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Kini, cakupannya diperluas ke seluruh Jawa Timur yang memiliki 1.083 SMA swasta dan 1.860 SMK swasta.
“Jika setiap sekolah memberikan kuota untuk 10 murid, maka tersedia hampir 30 ribu beasiswa. Ini menjadi harapan besar agar tidak ada lagi anak di Jawa Timur yang putus sekolah hanya karena alasan biaya atau tidak diterima di sekolah negeri,” pungkas Mustakim. [ipl/beq]






