Ponorogo (beritajatim.com) — Cita rasa otentik pempek Palembang kini bisa dinikmati di Ponorogo, Jawa Timur. Rahmiani, warga asli Palembang yang kini menetap di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, sukses mengenalkan kuliner khas Wong Kito lewat usaha pempek berbasis resep turun-temurun keluarganya.
Tak hanya menyuguhkan berbagai jenis pempek, Rahmiani konsisten menjaga keaslian rasa dengan mendatangkan bahan utama seperti gula aren, asam Jawa, dan rempah khas langsung dari Palembang. Ia juga tetap menggunakan ikan tenggiri demi menjaga kualitas adonan.
“Kalau saya tetap pakai ikan tenggiri. Banyak yang pakai ikan lain, tapi menurut saya, aroma dan teksturnya akan beda,” ujar Rahmiani, Sabtu (3/5/2025).
Usaha ini bermula saat pandemi Covid-19, ketika Rahmiani mulai menjajakan pempek secara daring. Kini, produknya sudah dikenal hingga Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Surabaya, bahkan Jakarta dan Depok. Untuk pelanggan luar kota, ia menyediakan pempek dalam bentuk frozen serta paket hampers lengkap berisi pempek kapal selam, lenjer, kulit, dan cuko khas Palembang.
“Harganya sesuai kantong, dan kita bisa pilih pempek sesuai selera. Cukonya juga khas banget, segar dan pedasnya pas,” ungkap salah satu pelanggan.
Yang menarik, Rahmiani membuka tempat makan bernuansa tradisional bernama Joglo Rinenggo di rumahnya. Di bawah atap rumah adat Jawa, pelanggan bisa menyantap pempek Palembang otentik dengan sensasi berbeda.
“Rasanya unik, makan pempek di joglo. Cuko-nya bisa ambil sendiri, saya pasti nambah terus,” ujar Ega Patria, pelanggan setia.
Meski sempat terkendala pasokan ikan segar dan rempah dari Sumatra, Rahmiani tak pernah menurunkan standar kualitas.
“Di Ponorogo kan ikut suami yang memang asli sini. Usaha pempek ini sedikit mengobati kerinduan dengan keluarga di Palembang,” pungkasnya. [end/beq]






