Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menanggapi serius bahaya aktivitas anak-anak bermain layang-layang di pinggir jalan raya, Senin (28/7/2025).
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, menyatakan akan melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi di pinggir jalan, yang biasa dijadikan tempat anak-anak bermain layang-layang.
“Pasti akan ada pengawasan. Khususnya yang di Bubutan (pinggir jembatan Jalan Pasar Besar Wetan) ya, kami cek dulu,” kata Zaini, Senin (28/7).
Zaini menyampaikan, bahwa anak-anak yang biasa bermain layang-layang di pinggir jalan nantinya akan diarahkan bermain ke tempat yang lebih aman. Kata dia, dengan didampingi petugas Satpol PP khusus untuk mengawasi mereka.
“Diarahkan di tempat-tempat tertentu. Kita tidak melarang anak untuk bermain ya, tapi kita salurkan mereka ke tempat-tempat (lokasi lain) yang nanti kita cari koordinator-koordinatornya, dan ada petugas yang stand by (mengawasi) di sore hari,” ungkap Zaini.
Diberitakan sebelumnya, aktivitas anak-anak bermain layang-layang di beberapa titik pinggir jalan raya Surabaya, memicu kekhawatiran para pengguna jalan.
Kondisi di pinggir jalan raya yang ramai anak menerbangkan layang-layang membuat salah seorang pengguna jalan, Dimas (30 tahun), merasa was-was. Ia khawatir potensi bahaya seperti anak yang tiba-tiba melintas atau benang layang-layang yang menjulur ke jalan raya mengenai kendaraan atau tubuhnya.
“Takut pasti ada, makanya saya pelan-pelan saat melintas di sini. Khawatir ada benang yang nyangkut di kendaraan atau pun di badan, kan ini bahaya juga kalau sampai kena benangnya,” kata Wahyu.
Seorang pengendara lain, Sukron (46 tahun) juga mengkhawatirkan hal yang sama, ia berharap hal seperti ini segera mendapatkan pengawasan dari pihak orang tua ataupun instansi terkait.
“Anak-anak ini kan usianya masih sekolah dasar (SD) atau belum genap belasan tahun. Mereka ini tahu nya cuma bermain, tidak berpikir bahaya, ya seharusnya ada pengawasan dari orang dewasa,” ungkap Sukron.
Menurut Sukron, benang layang-layang yang digunakan anak-anak ini juga tajam, dan apabila mengenai tubuh pengendara, tentu akan sangat membahayakan.
“Ya semoga lekas ada yang mengawasi lah untuk fenomena ini, bukan untuk melarang anak bermain. Tapi ya, untuk keselamatan anak-anak sendiri dan juga orang lain,” ucapnya. (rma/ted)






