Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih membutuhkan asupan anggaran Rp25 Triliun untuk program pembangunan atau tantangan fiskal, diluar APBD 2025.
APBD Surabaya tahun ini disebut Eri belum cukup untuk mengcover deretan program prioritas. Kata Eri, program tersebut meliputi penyelesaian banjir di area perkampungan Rp9,6 triliun, pembangunan infrastuktur jalan, termasuk JLLB, JLLB Rp9,3 triliun, kemudian BOPDA SD-SMP Rp2 triliun.
Lalu untuk kesehatan ini Rp2,7 triliun, rumah tidak layak huni (Rutilahu) tercatat sebanyak 8.176 unit Rp286 miliar, jaminan kesehatan semesta Rp450 miliar, kemudian ada honor layanan publik sekitar Rp1,4 triliun.
“Penerangan jalan umum Rp280 miliar, kemudian beasiswa Rp55 miliar,” jelas Eri Cahyadi di Kantor DPRD Surabaya.
Sementara, APBD Surabaya tahun 2025 ini hanya Rp12,3 triliun. Sehingga kemudian pemkot berencana mengambil pembiayaan alternatif atau utang.
Wali Kota dua periode ini juga mengungkapkan, anggaran APBD senilai Rp12,3 triliun tidak cukup jika hanya digunakan mengentaskan kemiskinan di Surabaya. Eri menyebut, pemkot memiliki skala prioritas yang harus dikerjakan selama lima tahun ke depan.
“Saya berharap warga yang mampu mau menyumbangkan hartanya, untuk disumbangkan kepada orang yang tidak mampu, sehingga pembangunan itu berjalan,” imbuhnya.
Eri menambahkan, sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, para kepala daerah diminta untuk berinovasi.
“Inovasi seperti menggunakan pembiayaan KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) maupun bank untuk menciptakan percepatan ekonomi mencapai 8 persen. Nanti akan kita diskusikan dengan DPRD Surabaya bagaimana pesan Pak Presiden dan menteri, prioritas yang mana, apa saya yang akan dialokasikan,” paparnya.
Oleh karena itu, dalam periode kedua ini, Eri berkomitmen untuk melanjutkan sejumlah program pembangunan. Seperti RPJMD membangun diversi Gunungsari, Banyurip – Gresik sampai tahun 2026.
“Lalu pembangunan jalan Wiyung, dan pembangunan rumah sakit, ini prioritas saya yang tidak bisa dikerjakan di periode pertama karena pilkada serentak yang maju dua tahun,” ucap Eri. (ted)






