Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi membuka pendaftaran beasiswa pendidikan tinggi tahun 2026, dengan menyediakan kuota fantastis mencapai 23 ribu penerima.
Program ini ditujukan bagi mahasiswa aktif yang ber-KTP Surabaya, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, yang berasal dari keluarga kurang mampu atau memiliki prestasi akademik yang baik.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa proses pendaftaran telah dibuka dan berlangsung selama dua pekan, mulai 13 hingga 24 April 2026.
Untuk memastikan program ini tepat sasaran, Eri menyampaikan pihak kecamatan dan kelurahan bergerak melakukan sosialisasi secara door-to-door ke rumah warga di setiap RW.
“Pendaftaran sudah dibuka. Ini camat hingga lurah sudah (sosialisasi) ke masing-masing rumah di masing-masing RW, karena kita sudah punya data terkait (calon penerima manfaat) desil 1 sampai desil 5,” ujar Eri Cahyadi pada Selasa (14/4/2026).
Eri menjelaskan, program beasiswa senilai Rp2,5 juta ini merupakan bentuk nyata intervensi pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sekaligus menjalankan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Alhamdulillah, karena sekarang yang kita berikan bantuan sama seperti yang diarahkan oleh Pak Presiden, yang masuk desil 1 sampai desil 5. Dan ini yang dinamakan semangat gotong royong,” kata Eri.
Atas dibukanya seleksi beasiswa tersebut, Pemkot Surabaya menjamin proses seleksi tahun ini akan berjalan jauh lebih transparan. Wali Kota Eri mengatakan penggunaan data tunggal ekonomi DTSEN menjadi acuan mutlak untuk menghindari praktik “titipan” pejabat yang mungkin terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
“Jika di luar kategori desil 1–5, kami mohon maaf tidak bisa memberikan beasiswa karena dana ini diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar kesulitan membayar kuliah,” pungkasnya. (rma/kun)
Sebagai informasi, bagi mahasiswa yang berminat mendaftar bisa mengakses informasi pendaftaran secara daring melalui tautan resmi besmart.surabaya.go.id.
Berikut adalah rincian jadwal pelaksanaannya:
Pendaftaran: 13–24 April 2026
Verifikasi berkas: 13 April–7 Mei 2026
Pengumuman seleksi: 8 Mei 2026
Daftar ulang: 11–13 Mei 2026








1 Komentar
data sen ternyata banyak yg salah, atas dasar apa mereka di masukkan ke golongan 1-5???
banyak yg tinggal di rumah keluarga yg kebetulan tampak baik dan bagus dari luar, tapi penghasilan perbulan hanya 2.300ribu sampai 2.500 ribu untuk menghidupi 5 orang…dimasukkan dalam desil 6 -10???.
TOLONG DIPERBAIKI LAGI KINERJA PEMERINTAH, rumah tinggal milik keluarga berbeda dengan rumah tinggal pribadi.
Rumah Keluarga itu nantinya akan dipecah untuk beberapa keluarga lain atau dalam artian rumah keluarga= rumah warisan…yg notabene adalah rumah bersama.
PAHAM?!!!
masalah pemerintah memang banyak,
tapi klu SDM bagus pasti masalah bisa di minimalisasi kan.
contoh…Krn kurang teliti SDM dalam bekerja membuat kesalahan dalam menulis kata dalam keterangan/ sebuah nama bisa sangat FATAL akibatnya, dan anehnya untuk PERBAIKAN DATA harus dibebankan biaya terhadap korban.
Astaghfirullah…