Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta media untuk menjaga kondusifitas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro.
“Tolong jaga kondusifitas Pilkada 2024 agar nanti bisa lahir pemimpin yang legitimate. Debat publik calon Kepala Daerah Kota Mojokerto sudah dilakukan dua kali. Debat publik itu hanya mempengaruhi 4 persen, atara retorika yang disampaikan kandidat itu terlalu teknis,” ungkapnya di Rumah Rakyat Kota Mojokerto.
Sehingga menurutnya, masyarakat tidak paham dengan materi yang disampaikan kedua pasangan calon. Masih kata Mas Pj (sapaan akrab, red), peran media cukup penting untuk mengedukasi masyarakat agar semakin paham betul ide dan gagasan calon kepala daerah Kota Mojokerto kedepan seperti apa.
“Ini adalah tugas media. Saya mohon sangat dengan hormat agar suasana yang baik dan teduh ini terus bisa kita jaga, terus bisa kita pelihara. Dan diharapkan Pilkada nanti berjalan dengan baik, damai dan muncul pemimpin yang legitimate sesuai harapan masyarakat Kota Mojokerto,” harapnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Mojokerto, Usmuni menjelaskan, pada 24 September 2024 pihaknya telah melakukan deklarasi damai. “Kedua calon sudah sama-sama deklarasi harus siap kalah dan siap menang. Kedua calon saat itu, Alhamdulillah sama-sama datang,” katanya.
Tahapan debat publik pun sudah dilakukan KPU Kota Mojokerto yakni dua kali. Debat pertama telah dilaksanakan pada 4 Oktober 2024 dan debat kedua pada 7 November 2024. Dan rencana debat ketiga atau debat terakhir di Kota Mojokerto nantinya pada 16 November 2024.
“Alhamdulillah terkait logistik memang sudah datang namun ada kekurangan 628 surat suara Pilwali, besok (hari ini) akan kita ambil ke Nganjuk. Harapan kami, semua masyarakat Kota Mojokerto pada Rabu 27 November 2024 bisa melaksanakan pencoblosan dengan damai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Mojokerto, Dian Pratmawati menambahkan, selain melakukan proses pengawasan tahapan Pilkada Serentak 2024, Bawaslu juga mempunyai kewajiban untuk mensosialisasikan pengawasan partisipatif. “Hal ini sesuai tagline Bawaslu yakni Bersama Rakyat Awasi Pemilu,” tambahnya.
Pihaknya juga sudah menggelar Goes to Campus dan Goes to School. Selain itu, pihaknya juga sudah Mou dengan Kemenag, Karang Taruna dan lainnya. Rencananya juga akan digelar bersama media di Kota Mojokerto pada 10 November 2024 hingga menjelang masa tenang.
“Saat itulah saat diperbolehkan Bawaslu Kota Mojokerto memasang iklan di media. Nanti kita juga akan memberikan himbauan kepada KPU bahwa dalam hal untuk menfasilitasi pasangan calon sesuai, tidak berat sebelah. Pengawas TPS dan KPPS juga sudah dilantik,” tuturnya.
Bawaslu di jajaran Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) bersama jajaran kepolisian, kejaksaan melakukan proses patroli di masa tenang terkait Alat Peraga Kampanye (APK) dan money politic. Pihaknya juga mensosialisasikan ke sekolah-sekolah untuk mensukseskan Pilkada Serentak 2024.
“Terkait money politic, isu sara, hoax, blank champion di sekolah-sekolah. Harapan kami, kita bersama baik pemerintah maupun stockholder yang ada untuk mensukseskan Pemilu, termasuk masyarakat. Kami terus mengajak semuanya, termasuk media untuk melakukan proses pengawasan bersama,” jelasnya. [tin/ted]






