Ringkasan Berita:
- Kebakaran lahan terjadi di kawasan Bukit Gogor, Ngawi, dengan area terdampak sekitar 5 hektare dari total lahan sekitar 78 hektare.
- Respons cepat Polsek Sine, TNI, dan masyarakat setelah laporan melalui Call Center 110 berhasil mencegah api meluas.
- Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, sementara warga diimbau meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Ngawi (beritajatim.com) – Kebakaran lahan terjadi di kawasan Bukit Gogor, Dusun Plosokerep, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Sabtu (25/7/2026). Berkat laporan cepat warga melalui layanan Call Center 110 Polres Ngawi, personel Polsek Sine bersama TNI dan masyarakat berhasil melakukan penanganan sehingga kebakaran tidak meluas ke area sekitar.
Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 10.40 WIB saat melihat kobaran api muncul di kawasan lahan tersebut. Kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau serta tiupan angin membuat api berpotensi cepat menjalar.
Kapolsek Sine AKP Heri Riyanto, SH mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat melalui layanan Call Center 110.
“Mendapat laporan dari masyarakat melalui call center 110, personel Polsek Sine langsung menuju lokasi bersama warga untuk melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia hingga api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman,” ujar AKP Heri Riyanto, mewakili Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama.
Berdasarkan pendataan awal di lokasi kejadian, kebakaran terjadi di kawasan lahan rakyat dengan luas keseluruhan sekitar 78 hektare. Sementara itu, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare.
Lahan yang terbakar ditumbuhi berbagai jenis vegetasi, seperti pohon jati, mahoni, dan rumput. Meski sebagian area terdampak api, tanaman jati dan mahoni yang berada di lokasi dilaporkan tidak mengalami kematian akibat kebakaran tersebut.
Area terdampak diketahui merupakan lahan milik sejumlah warga Dusun Plosokerep, Desa Kuniran. Pemilik lahan tersebut antara lain Supriyanto, Suwandi, Ngadinem, Citro Senen, dan Sadi.
Dalam proses pemadaman, personel Polsek Sine bersama anggota TNI dan masyarakat melakukan gotong royong menggunakan peralatan yang tersedia. Upaya bersama tersebut dilakukan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak menjalar ke lahan lain di sekitar lokasi.
Kebakaran lahan pada musim kemarau menjadi perhatian karena kondisi vegetasi yang kering dapat mempercepat penyebaran api. Kecepatan masyarakat dalam melaporkan kejadian menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penanganan sebelum kebakaran berkembang lebih luas.
Hingga saat ini, penyebab awal kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga masih melakukan pendataan lanjutan terkait luas pasti lahan yang terbakar serta nilai kerugian material akibat kejadian tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran lahan di kawasan Bukit Gogor. Setelah proses pemadaman selesai dilakukan, situasi di lokasi dinyatakan aman dan tidak ditemukan adanya titik api yang berpotensi kembali meluas.
AKP Heri mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan kejadian melalui Call Center 110 sehingga petugas dapat langsung melakukan penanganan.
“Alhamdulillah, berkat kepedulian warga yang telpon ke 110, kebakaran dapat dipadamkan dan tidak sampai meluas,” kata AKP Heri, saat dikonfirmasi media Minggu (26/7/2026).
Polsek Sine mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan lahan kering, terutama selama musim kemarau. Warga juga diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api.
Aparat bersama masyarakat diharapkan terus memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya ketika kondisi cuaca kering. Deteksi dan pelaporan sejak dini dinilai penting untuk mempercepat penanganan sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan maupun kerugian bagi pemilik lahan. [fiq/suf]






