Blitar (beritajatim.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar menganggarkan dana Rp50 juta untuk pembangunan toilet Pasar Dimoro. Dana yang dipakai ini berasal dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2024 ini.
“Tahun ini, kami akan melakukan pemeliharaan melalui PAK 2024 dengan anggaran sebesar Rp50 juta. Dana ini akan digunakan untuk membangun beberapa kamar mandi (toilet), resapan air, serta fasilitas pendukung lainnya,” kata Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Pasar Disperindag Kota Blitar, Joko Purnomo, Kamis (26/9/2024).
Anggaran sebesar Rp50 juta ini digunakan untuk pembangunan beberapa toilet. Selain itu dana PAK 2024 ini juga akan digunakan untuk pembenahan resapan air di Pasar Dimoro Kota Blitar.
Pembangunan toilet ini dianggap perlu oleh Pemerintah Kota Blitar. Pasalnya selama ini para pedagang dan pembeli mengeluhkan minimnya fasilitas toilet di Pasar Dimoro Kota Blitar.
“Fasilitas seperti kamar mandi yang bersih dan resapan air yang baik sangat dibutuhkan. Ini akan mempermudah pengunjung, khususnya mereka yang beraktivitas di pasar dalam waktu lama,” jelas Joko.
Proyek pengerjaan toilet Pasar Dimoro Kota Blitar ini pun masih dalam tahap perencanaan. Disperindag Kota Blitar pun berharap proses pengerjaan proyek kamar mandi ini berjalan sesuai jadwal dan selesai tepat waktu.
“Kami masih dalam tahap perencanaan namun kami berharap pembangunan bisa dimulai secepat mungkin agar selesai tepat waktu,” katanya.
Selain pembangunan toilet, Disperindag Kota Blitar juga akan membangun resapan air guna mengatasi genangan yang sering terjadi di beberapa titik pasar, terutama saat musim hujan. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kenyamanan para pedagang dan pengunjung pasar.
“Genangan air menjadi salah satu masalah yang sering dikeluhkan, terutama saat hujan deras. Dengan adanya resapan air yang baik, kami berharap masalah ini bisa teratasi,” tutur Joko.
Pembangunan dan pemeliharaan fasilitas di Pasar Dimoro merupakan bagian dari upaya Pemkot Blitar untuk meningkatkan kualitas pasar-pasar tradisional di kota tersebut. Disperindag terus berupaya memperbaiki sarana dan prasarana pasar guna mendukung kelancaran aktivitas perdagangan.
“Kami ingin pasar-pasar tradisional di Blitar, termasuk Pasar Hewan Dimoro, memiliki fasilitas yang baik sehingga dapat meningkatkan daya tarik dan kenyamanan bagi pengunjung,” tutupnya. [owi/beq]






