Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menganggarkan dana sebesar Rp32,8 miliar untuk program RT Keren. Nantinya setiap RT di Kota Blitar akan mendapatkan jatah Rp50 juta.
Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Blitar Fredy Hermawan mengatakan anggaran untuk RT Keren masih sama dengan tahun sebelumnya. Sebab, RT Keren ini termasuk dalam program utama semenjak Santoso-Tjutjuk Sunario dilantik sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Blitar.
Sehingga meski beberapa bulan lagi Pilkada digelar, dan sang Wali Kota Santoso berencana maju kembali, program RT Keren tetap dijalankan.
“Tetap dianggarkan pada tahun ini. Hanya saja baru bisa dijalankan Maret ini karena sebelumnya ada pemilu,” kata Fredy Hermawan, Senin (18/03/24).
Pelaksanaan program RT Keren memang sengaja diundur karena berbagai hal. Salah satu alasannya adalah agar program ini tidak dianggap politis, karena memang 2024 identik dengan tahun politik.
Namun setelah Pemilu rampung, Pemkot Blitar langsung tancap gas melakukan tahapan. Seperti, penyusunan perencanaan dan kontrak tenaga pendamping.
“Tahapan sudah dimulai. Mudah-mudahan kelar sesuai target,” imbuhnya
Program RT Keren di tahun 2024 dianggarkan Rp32,8 miliar. Dana itu diperuntukkan bagi 656 RT yang tersebar di 21 kelurahan. Sesuai dengan rencana, masing-masing RT menerima anggaran senilai Rp50 juta.
Dana tersebut porsinya 70 persen untuk proyek fisik dan 30 persennya nonfisik. Fisik seperti pembangunan gerbang, pos dan lain sebagainya. Sementara 30 persen untuk pembinaan atau pemberdayaan. Seperti pelatihan pembuatan kue atau lainnya.
“Sesuai dengan jadwal, program kelar pada akhir November. Saat ini RT bisa merancang program,” tegasnya
Mantan lurah Karangsari ini menambahkan, guna mengantisipasi penyelewengan anggaran, akan memaksimalkan peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Nantinya, serapan anggaran juga harus melalui surat pertanggungjawaban (SPJ) yang dilengkapi materai dan diawasi tenaga pendamping.
“Semua diawasi. Mulai penganggaran hingga pelaksanaan di lapangan,” pungkasnya. [owi/beq]






