Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemkab Sidoarjo mulai memperketat pengawasan terhadap produk pangan segar yang beredar di pasaran, mulai dari sayur, ikan, daging, hingga makanan lainnya. Langkah ini dilakukan demi memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat bebas dari residu pestisida, antibiotik, maupun formalin.
Melalui kegiatan Pendampingan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo mengumpulkan puluhan pelaku usaha dari pasar tradisional, pedagang pasar ikan, pemilik toko modern, serta seluruh kepala UPT pasar tradisional dari 18 kecamatan. Kegiatan digelar di Pendopo Delta Wibawa.
Semua pelaku usaha yang berkaitan dengan makanan dan minuman diedukasi mengenai standar keamanan dan mutu pangan. Mereka diajak untuk turut berpartisipasi dalam pendampingan keamanan pangan segar asal tumbuhan.
Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah berkewajiban menjamin penyelenggaraan keamanan pangan secara terpadu di setiap rantai pangan. “Penyelenggaraan keamanan pangan bertujuan untuk menjaga pangan tetap aman, higienis, bermutu, dan bergizi,” ujarnya.
Ia menyebut, salah satu upaya pemerintah dalam menjamin keamanan pangan adalah melalui pengawasan terhadap produk pangan segar yang beredar di pasar oleh para pelaku usaha. “Pendampingan keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam memberikan jaminan dan perlindungan keamanan dan mutu produk pangan segar yang akan dikonsumsi oleh masyarakat atau konsumen,” ucapnya.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Eni Rustianingsih juga mengimbau seluruh produsen, pelaku usaha, dan konsumen agar lebih memperhatikan mutu dan keamanan produk pangan segar yang beredar. “Oleh karenanya kegiatan pendampingan PSAT seperti dirasa penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas pangan,” ucapnya, Jumat (20/6/2025).
Menurut Eni, kegiatan ini akan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan masyarakat terhadap bahaya dan risiko pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
Bupati Subandi yang turut meresmikan acara pendampingan berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian seluruh pelaku usaha terhadap produk pangan segar serta mendorong mereka menjalankan peran sesuai kompetensinya. “Mari kita majukan Sidoarjo melalui peran yang kita miliki,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti banjirnya produk pangan impor di pasar, sehingga produk lokal harus siap bersaing. “Lebih dari itu, produk pangan lokal yang beredar harus benar-benar aman dikonsumsi,” tegasnya. [isa/beq]






