Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, dipastikan sangat kesulitan untuk menyediakan mobil pemadam kebakaran (damkar) di 13 kecamatan berbeda di wilayah setempat.
Keberadaan damkar tersebut diharapkan dapat meminimalisir terjadi kerugian besar saat terjadi musibah kebakaran, apalagi saat ini hanya terdapat 2 unit damkar plus 2 unit penyuplai dalam mengatasi kebakaran.
Keinginan tersebut sempat disampaikan Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin guna meningkatkan kinerja dari Tim Damkar. Terlebih keberadaan 2 unit damkar justru dinilai menghambat dari kinerja Tim Damkar di wilayah setempat.
Hanya saja keinginan tersebut terbilang belum memungkinkan, seiring dengan keterbatasan anggaran di lingkungan Pemkab Pamekasan. “Untuk saat ini kami kira belum memungkinkan untuk merealisasikan damkar di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan,” kata Kepala Satpol-PP dan Damkar Pamekasan, Yusuf Wibiseno, Kamis (26/10/2023).
Baca Juga: Bakar Sampah Picu Kebakaran Lapak di Pasar Palengaan Pamekasan
“Apalagi harga 1 unit mobil damkar itu berada di kisaran harga Rp 2 miliar, belum lagi dengan mobil penyuplai. Sehingga belum memungkinkan untuk merealisasikan 1 unit damkar di tiap kecamatan,” ungkapnya.
Namun pihaknya meyakini jika Pemkab Pamekasan, bisa merealisasikan dengan hal tersebut dengan 2 unit damkar di wilayah tengah maupun pantura Pamekasan.
“Kalau misal di wilayah (Kecamatan) Waru atau Pakong, terdapat unit damkar, nantinya bisa meminimalisir musibah kebakaran. Apalagi keberadaan damkar di pusat kota, justru terkendala jarak saat terjadi kebakaran di wilayah pantura,” jelasnya.
Dari itu, tambahan satu atau dua unit damkar yang nantinya diletakkan di wilayah pantura, dapat memaksimalkan kinerja Tim Damkar. “Namun yang pasti, penambahan mobil damkar juga harus disertai dengan SDM yang mempuni,” pungkasnya. [pin/ted]






