Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyalurkan bantuan material kepada 14 warga yang terdampak bencana angin kencang di Desa Kertosari, Kecamatan Kutorejo. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra di Balai Desa Kertosari.
Bantuan diberikan berdasarkan hasil pendataan kerusakan rumah warga yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Jenis dan jumlah material disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing bangunan. Warga dari sejumlah dusun menerima bantuan berupa asbes, kayu, bata merah, pasir, dan semen.
Di Dusun Sonosari, Sofiyah menerima lima lembar asbes 3 meter, Akhmad Faizal Amir mendapat tiga lembar asbes dan satu batang kayu ukuran 4/6, Mukholifah menerima 16 lembar asbes dan delapan batang kayu ukuran 6/12, sementara Simah menerima delapan lembar asbes dan enam batang kayu ukuran 6/12.
Di Dusun Wonokerto, Maslukah menerima 10 lembar asbes. Sedangkan di Dusun Tambaksari, Budiyanto menerima enam lembar asbes. Di Dusun Tegalrejo, Sukarsih menerima 10 lembar asbes. Saiman mendapatkan 1.060 bata merah, 2,5 meter kubik pasir, 320 kg semen, serta 10 lembar asbes. Tarmuji menerima delapan lembar asbes.
Rubaiyah mendapat empat lembar asbes, dan Tety Hetawaty menerima tiga lembar asbes. Di wilayah Kandangan, Suparno menerima 24 lembar asbes. Sementara itu, di Dusun Tambaksuruh, Mokhamad Makali menerima enam lembar asbes dan Kholifatin menerima 18 lembar asbes, 640 kg semen, serta tiga meter kubik pasir.
Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menyampaikan keprihatinannya atas musibah angin kencang yang menyebabkan kerusakan rumah warga. Ia berharap bantuan tersebut dapat mempercepat proses pemulihan. “Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi musibah ini seorang diri,” ungkapnya, Selasa (9/12/2025).
Masih kata Gus Barra (sapaan akrab, red), bantuan tersebut adalah bentuk nyata kepedulian dan gotong royong yang terus kita jaga. Melalui BPBD Kabupaten Mojokerto yang bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Kutorejo dan Pemerintah Desa Kertosari, bantuan diserahkan kepada para penerima manfaat untuk memperbaiki rumah yang terdampak.
Gus Barra menegaskan pentingnya peran BPBD dalam memperkuat sistem peringatan dini agar informasi cuaca dan potensi bencana dapat diterima warga secara cepat dan menjangkau seluruh wilayah, terutama desa rawan bencana. Gus Barra juga meminta pemerintah desa meningkatkan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Mojokerto.
Sehingga perkembangan situasi di lapangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti. Memasuki musim hujan, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana seperti angin kencang, hujan ekstrem, dan banjir, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak terkait.
“Terima kasih atas kerja cepat BPBD, perangkat desa, relawan, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi sejak awal kejadian. Dengan kebersamaan dan gotong royong, kita akan mampu bangkit lebih cepat dan lebih kuat,” pungkasnya. [tin/ian]






