Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kesehatan menunjukkan komitmen terhadap kesehatan di pondok pesantren di wilayahnya. Hal ini dibuktikan melalui pembinaan kesehatan secara berkelanjutan yang telah dilakukan sejak tahun 2014.
Sinergitas antara Dinas Kesehatan dan Bagian Kesejahteraan Kabupaten Kediri diwujudkan dalam rapat koordinasi lintas SKPD Pemkab Kediri yang digelar di Ruang Kil Suci Pemkab Kediri.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kabupaten Kediri, Ika Candra Kesuma, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan menyusun draf SK Bupati Kediri tentang pembinaan Pesantren Sehat di Kabupaten Kediri.
Menurutnya, tujuan dari rakor ini adalah membentuk tim kesehatan Pemkab Kediri guna membina pesantren agar warga pesantren dapat hidup lebih sehat. Program ini juga memberikan pembinaan terkait lingkungan pesantren agar sehat dan nyaman untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Hari ini bagaimana membentuk tim di Kediri, baik itu dari organisasi masyarakat maupun pihak lain, dalam rangka membina pondok pesantren yang ada di Kabupaten Kediri, supaya masyarakat yang ada di pondok pesantren itu menjadi lebih sehat dan lebih baik lagi. Itu tujuan kami hari ini melakukan kegiatan ini,” katanya.
Adrian Satrioji dari Bagian Kesejahteraan Kabupaten Kediri menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini penting untuk membangun sinergi lintas instansi di Pemkab Kediri, terutama dalam menyusun SK Bupati Kediri tentang pembinaan Pesantren Sehat. SK ini diharapkan menjadi payung hukum untuk mendukung program tersebut.
“Ini merupakan inisiasi pertama untuk melegalkan program ini dengan SK Bupati yang sudah disampaikan. Sudah dijadwalkan, karena tahun ini baru kita inisiasi untuk pembentukan SK-nya atau dasar hukum yang bisa kita jadikan acuan untuk melangkah,” jelas Adrian.
Diketahui, pondok pesantren yang masuk dalam program Pesantren Sehat berjumlah 280 pesantren. Program ini mencakup pengecekan kesehatan warga pesantren serta penanggulangan saat terjadi masalah kesehatan. [ADV PKP/nm]






