Jombang (beritajatim.com) – Yusron Aminulloh, Dewan Pembina dan Pendiri Asosiasi Pariwisata Jombang (Asparjo), mengungkapkan keprihatinannya terhadap langkah Pemkab Jombang dalam mengembangkan sektor pariwisata.
Menurutnya, gerakan yang dilakukan masih terkesan setengah hati dan kurang substansial. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan media pada Kamis (30/10/2025), yang menggambarkan ketidakseriusan Pemkab dalam mendorong potensi wisata daerah.
Yusron, yang telah enam tahun berkecimpung di sektor pariwisata Jombang dan menjabat sebagai CEO De-Durian Park Wonosalam, menilai bahwa Pemkab belum maksimal dalam menggali potensi wisata alam, religi, dan edukasi yang dimiliki daerah tersebut.
“Gerakannya setengah hati, tidak ada yang substansial. Mau maju tidak, mundur juga tidak. Ketika banyak kota menggenjot PAD (pendapatan asli daerah) lewat pariwisata, menggeliatkan ekonomi lewat sektor ini, Jombang belum melalukannya,” tegas Yusron.
Dalam pengamatannya, Yusron sudah menyaksikan tiga pergantian kepemimpinan Bupati Jombang, namun menurutnya, tidak ada kebijakan nyata yang mendorong perkembangan sektor pariwisata di daerah ini.
Bahkan, ia mencatat bahwa banyak kota lain seperti Bojonegoro, Lamongan, Gresik, dan Surabaya telah berhasil membawa sekolah-sekolah mereka untuk melakukan kegiatan alam dan pelatihan di Wonosalam. Namun, hal tersebut belum terlihat dilakukan oleh sekolah-sekolah di Jombang.
Yusron menyarankan agar Pemkab segera mengatur kolaborasi antar Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, dan Dinas Perhubungan. “Ini hanya soal perintah dan kontrol. Dinas Pendidikan yang punya sekolah, Dinas Pariwisata punya tempat wisata edukasi dan Dinas Perhubungan bisa hidupkan bus wisata Damri yang sering nganggur atau angkutan kota yang sudah setengah mati,” ujarnya.
Menurut Yusron, dengan menggerakkan sekitar 30 ribu siswa TK, SD, dan SMP di Jombang untuk berkunjung ke Wonosalam, ekonomi daerah akan bergerak. “Kalau anak TK, SD, SMP yang di bawah kewenangan Pemkab digerakkan pasti Wonosalam maju,” tambahnya.
Meski begitu, Yusron memberikan apresiasi terhadap Pemkab yang terus memperbaiki infrastruktur di Wonosalam. “Jauh berbeda dengan 6 tahun lalu saat saya masuk Wonosalam. Jalan mulai bagus. Hanya problem utama lampu. Kalau sudah malam, Wonosalam gelap. Penerangan jalan minim,” ungkapnya.
Sebagai CEO De-Durian Park, Yusron juga berharap agar Wonosalam bisa berkembang menjadi tempat wisata yang ramai seperti Pacet dan Trawas. “Sabtu Minggu Wonosalam ramai kayak Pacet dan Trawas. Resto, Cafe, Vila ramai pengunjung, semuanya menggeliat, perekonomian pun bangkit,” harapnya.
Untuk itu, Yusron menegaskan bahwa perlu ada koordinasi antara Pemkab dan berbagai instansi terkait. “Maka wajib duduk bersama. Bupati harus pimpin langsung kendalikan dinas dan instansi terkait. Sekalian undang destinasi wisata, sekolah dan UMKM,” pungkasnya. [suf]






