Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, perlu memetakan lahan pertanian yang berpotensi terdampak El Nino Godzilla. El Nino Godzilla berdampak pada kemarau lebih panjang sehingga kekeringan meningkat.
El Nino Godzilla adalah julukan untuk fenomena El Nino dengan kekuatan ekstrem, yang ditandai peningkatan suhu permukaan laut yang masif di Samudra Pasifik, dan memicu kekeringan panjang, krisis pangan, dan potensi kebakaran hutan.
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menginginkan pemerintah daerah melakukan mitigasi terhadap dampak-dampak yang mungkin terjadi karena dipengaruhi El Nino.
“Yang pertama, mulai melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah atau lahan-lahan yang kekurangan sumber daya air, karena ini akan kemarau panjang,” kata Candra, Sabtu (2/5/2026).
Candra meminta 106 program optimasi lahan di Jember bisa benar-benar dioptimalkan. Petani juga perlu diajari beradaptasi dengan iklim agar proses budidaya tanaman pangan, terutama padi, tidak terganggu.
Candra meminta agar alokasi anggaran Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan ditambah untuk menghadapi situasi ini. “Anggaran Dinas TPHP Jember saya pikir kurang mencukupi untuk bisa melakukan mitigasi yang baik,” katanya.
Namun dalam situasi sulit tersebut, Candra yakin petugas penyuluh lapangan bisa berbuat maksimal, agar petani tak kesulitan mengerjakan lahan sehingga produktivitas pangan Jember tidak terganggu. Apalagi jika mengacu serapan gabah Badan Urusan Logistik, produktivitas padi di Jember cukup bagus.
Baru memasuki April 2026, target serapan tahunan Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Jember, Jawa Timur, sebesar 166.135 ton gabah kering panen yang setara 84.978 ton beras telah tercapai.
Candra berharap pada masa tanam kedua ini pemerintah harus membantu petani. “Entah itu mengoptimalisasi sumber mata air atau mengaktifkan kembali embung atau saluran irigasi yang hari ini hampir tidak optimal,” katanya.
Dalam waktu dekat, Komisi B akan mengundang Dinas TPHP Jember untuk menggelar rapat dengar pendapat. “Kami akan melakukan pendalaman hal-hal apa yang akan dilakukan,” kata Candra. [wir/kun]






