Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggratiskan penggunaan 40 unit angkutan umum untuk pelajar sejak Februari tahun ini. Sebelumnya, Dinas Perhubungan Jember sudah mengoperasikan angkitan umum untuk pelajar pada 12 November 2023 dengan berbayar.
“Kami akan berikan pelayanan gratis untuk angkutan sekolah dan angkutan wisata. Untuk angkutan sekolah, kami jadikan angkutan kota lin kuning untuk menjemput pada pagi hari dan mengantar saat pulang sekolah pada siang hari,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jember Agus Wijaya, Rabu (24/1/2024).
Sebelumnya, Pemkab Jember menyubsidi sebagian ongkos angkutan kota. “Mereka (pelajar) berbayar Rp 5 ribu untuk berangkat dan pulang pada 12 November 2023 sampai sekarang. Tapi banyak orang tua yang minta gratis, sehingga tahun 2024 ini digratiskan,” kata Agus.
Menurut Agus, ada sembilan sekolah yang rutin memanfaatkan angkutan umum gratis untuk pelajar ini, antara lain SMP 1, SMP 5, SMP 6, dan SMP 9. “SMP saja dulu. Nanti kami kembangkan semua sekolah yang dilewati angkutan kota. SMA juga bisa segera mengajukan permohonan agar nanti bisa kami berikan layanan gratis sesuai trayek,” katanya.
Jumlah armada angkutan kota lin kuning di Jember sebenarnya berjumlah 200 unit. Dishub kemudian mendata dan menilai sesuai kualifikasi keselamatan angkutan umum. Angkutan kota yang memenuhi syarat bisa bekerjasama dengan Dishub Jember selama lima bulan. “Kami akan jalankan (angkutan kota gratis) sejak Februari 2024,” kata Agus. Di luar jam berangkat dan pulang sekolah, para pengemudi bisa mengangkut penumpang umum dengan tarif normal.
Para pemilik dan pengemudi setuju bekerja sama dengan Pemkab Jember karena selama ini tak banyak orang yang berminat memanfaatkan jasa angkutan kota. “Dengan adanya kerja sama dengan sekolah dan orang tua, kepastian penumpang yang naik sudah jelas,” kata Agus.
Setelah pelaksanaan angkutan umum pelajar gratis selesai, Agus akan melaporkan kondisi dan perkembangannya kepada Bupati Hendy Siswanto. Penilaian keberhasilan program itu akan dilihat dari indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan angkutan kota.
Agus berharap angkutan kota di Jember bisa menjadi angkutan massal yang disukai masyarakat. Dengan demikian, semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan angkutan umum perkotaan, kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar yang menggunakan kendaraan pribadi bisa ditekan. “Juga bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan-jalan raya,” katanya. [wir]






