Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, membentuk tim pendataan guru ngaji untuk menyalurkan insentif tepat sasaran tahun ini. Bupati Muhammad Fawait menginginkan pemberian insentif dilakukan secara bermartabat.
“Kami mendapatkan banyak masukan terkait masalah honor guru ngaji. Maka dalam minggu ini kami membentuk tim untuk melakukan pendataan guru ngaji, setelah satgas pegawai non ASN atau honorer selesai,” kata Fawait, ditulis Rabu (19/3/2025) malam.
Tim bertugas menyeleksi dan memastikan guru ngaji mendapatkan hak-hak mereka. “Juga nanti mengkaji berapa honor yang memang tepat untuk beliau-beliau. Kemudian juga memastikan, penyerahan tunjangan tersebut atau apalah namanya dilakukan sebaik mungkin dan diberikan secara terhormat,” kata Fawait.
Fawait menekankan pentingnya pemberian insentif secara terhormat untuk memanusiakan guru ngaji. “Guru ngaji adalah orang yang insyaallah mengantarkan kita dari dunia ke surganya Allah. Maka ke depan, kami berharap, guru ngaji diberikan tunjangan, namun caranya harus terhormat,” katanya.
Fawait tak ingin para guru ngaji harus antre untuk membuat rekening. “Kalau selama ini pembuatan rekening dan lain sebagainya, mereka antri bahkan sampai ngemper-ngemper di bawah, ke depan tidak boleh lagi terjadi,” katanya.
Pembuatan rekening, menurut Fawait, cukup dilakukan di tingkat desa. “Saya yakin Bank Jatim mampu. Kalau enggak mampu, masih banyak bank yang lainnya,” katanya.
Selama empat tahun belakangan ini Fawait juga mendengar dan melihat realisasi insentif guru ngaji tersendat-sendat. “Bahkan tahun kemarin realisasinya akhir tahun,” katanya.
“Maka ke depan guru ngaji akan diperlakukan secara terhormat. Setelah tim ini bekerja nanti, kami berharap tunjangan guru ngaji juga bisa diserahkan secepat mungkin,” kata Fawait.
“Namun karena saya baru 13 hari atau 14 hari tepatnya aktif sebagai bupati, saya langsung membuat tim untuk mendata guru ngaji, termasuk sistemnya nanti harus diberikan sebaik mungkin,” kata Fawait.
Ketua Komisi A DPRD Jember Budi Wicaksono menyambut baik pembentukan tim itu. “Data yang lama mungkin akan diverifikasi dan validasi. Setelah itu tinggal pendistribusian,” katanya.
Budi juga mendukung insentif diberikan langsung kepada guru ngaji tanpa melalui rekening bank. “Janji Gus Bupati, insentif guru ngaji tidak lewat rekening, tapi diberikan face to face. Insyaallah tahun ini,” katanya.
Dengan demikian, guru ngaji tidak perlu repot-repot membuka rekening dan tinggal menunggu insentif itu di rumah masing-masing. “Kasihan. (Kalau lewat bank) dia mengantre. Paling tidak Bank Jatim harus turun juga (untuk mendistribusikan). Kalau harus ke Bank Jatim, menunggunya lama,” kata Budi.
Budi yakin model pendistribusian insentif langsung ini bebas dari pungli. “Nanti kan ada tanda terimanya berapa. (Kalau ada pungli) ada nomor WhatsApp yang bisa dilapori. Tinggal ‘Wadul Gus e’,” katanya.
Sebagai bentuk antisipasi pungli, Budi menyarankan pendistribusian insentif ini didampingi perwakilan pemerintah kecamatan dan desa. “Paling tidak Inspektorat yang juga mitra Komisi A bisa dilibatkan,” katanya. [wir]






