Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Blitar bakal menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk infrastruktur jalan. Utamanya untuk pembangunan jalan penghubung ke Jalur Lintas Selatan (JLS) Blitar dengan pusat-pusat ekonomi lokal.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli Kurniawan mengatakan akan membangun beberapa ruas sirip JLS Blitar menuju wisata di tahun ini. Di antaranya, jalan menuju wisata Pantai Serang, Tambakrejo, Peh Pulo, dan Jolosutro.
“Untuk yang mengarah ke Pantai Serang mungkin kurang sedikit. Akan dilakukan pembangunan jalan pada area Dusun Kedungbiru, Desa Kali Tengah, Kecamatan Panggungrejo,” ujar Hamdan, Kamis (4/1/2024).
Selama ini jalan penghubung JLS dengan sejumlah objek wisata di Kabupaten Blitar memang belum tersentuh maksimal. Sehingga beberapa jalur atau jalan tersebut kondisinya kini rusak dan perlu dilakukan perbaikan secara menyeluruh.
Contohnya ada sekitar 3 Km pembangunan jalan yang mengarah ke Pantai Peh Pulo melalui JLS belum tersentuh perawatan. Sehingga jalan menuju salah satu tempat wisata tersebut kondisinya kini rusak berat.
Ada pula jalur menuju ke Pantai Jolosutro yang butuh penanganan beton. Namun, pembangunannya bertahap atau dicicil 500 meter karena kendala bahan yang mahal.
“Saya tidak ingat untuk semua anggarannya. Karena harus membuka data terlebih dahulu. Kami juga membangun ruas sirip yang berada di Desa Bululawang, Kecamatan Bakung, yang mengarah ke Pantai Pangi,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan itu semua Pemkab Blitar tidak akan bergantung pada APBD 2024 saja. Pemkab Blitar ternyata juga mendapatkan dana bantuan dari pusat.
Khusus untuk pembangunan jalan area Desa Kaligambir, Kecamatan Panggungrejo, yang menuju ke Pantai Jolosutro. Anggaran yang diberikan dari pusat lebih dari Rp11 miliar.
“Blitar Selatan, tantangannya justru pada tanah gerak, karena pegunungan itu tanahnya mengkhawatirkan. Maka itu harus merencanakan konstruksi beton,” terangnya.
Pelaksanaan pembangunan dan perbaikan jalan tersebut diusahakan dilakukan pada awal tahun. Setelah mendapatkan pencairan anggaran dan rencana umum pengadaan (RUP) sudah siap, maka langsung dieksekusi.
Meskipun begitu, pihaknya harus pintar membagi bagi anggaran karena ruas jalan utama kabupaten juga butuh penanganan.
Selain wilayah Blitar Selatan, PUPR juga akan memperhatikan jalan sirip pada sisi utara yang menuju Candi Penataran. Sebab, tahun ini sudah ada pembangunan jalan hotmix pada ruas jalan tersebut.
Namun kendalanya, banyak muatan truk material pasir yang melewati jalan tersebut. Akibatnya jalan tidak bisa awet, terutama di daerah Kecamatan Nglegok, Garum, dan Gandusari.
“Bila ditangani hotmix akan percuma jika terus dilalui truk muatan material berat, dan kami tidak bisa melarang karena bukan ranahnya,” tutupnya. [owi/beq]






