Surabaya (beritajatim.com) – Para menteri dalam Kabinet Merah Putih untuk periode 2024-2029 telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka pada 21 Oktober 2024 lalu.
Dalam susunan kabinet ini, ada perubahan strategi, salah satunya pembentukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, yang sebelumnya dikenal sebagai Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kementerian ini dipimpin oleh Wihaji.
Menanggapi itu, akademisi Universitas Airlangga (Unair) Prof Sutinah menekankan pentingnya masalah kependudukan dan pembangunan keluarga, terutama menjelang bonus demografi Indonesia pada 2045, yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.
“Isu kependudukan tidak hanya berkaitan dengan pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga dengan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga,” ujar Sutinah, Jumat (1/11/2024).
Sutinah mengungkapkan bahwa dengan keberadaan kementerian baru ini, fokus pada pengendalian penduduk dan program Keluarga Berencana akan tetap berlanjut.
Namun, terdapat pergeseran dalam pendekatan strategis yang lebih luas, dengan penekanan pada aspek kebijakan dan isu-isu seperti migrasi dan urbanisasi.
“Harapannya, pemimpin yang dilantik memiliki kompetensi dan komitmen, serta mampu berinovasi dan menjalin kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk merangkul generasi muda,” katanya. [ipl/but]






