Malang (beritajatim.com) – Kecelakaan KRL dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur berimbas pada pembatalan perjalanan kereta api dari Stasiun Malang pada Selasa, 28 April 2026.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menyampaikan empati dan duka mendalam kepada seluruh korban serta keluarga yang terdampak insiden operasional yang terjadi di wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta.
“KAI berharap proses penanganan berjalan lancar dan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” kata Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, Selasa (28/4/2026).
KAI Daop 8 Surabaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pembatalan perjalanan kereta api dari Stasiun Malang. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran proses penanganan insiden serta memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api tetap terjaga.
Adapun perjalanan kereta api yang dibatalkan adalah, KA 94–91 Jayabaya relasi Malang – Pasar Senen. KAI memahami bahwa pembatalan perjalanan ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan.
Namun, langkah tersebut diambil sebagai komitmen mengutamakan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api, sekaligus mendukung kelancaran proses penanganan di lokasi kejadian.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan perjalanan kereta api pada 28 April 2026. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan. KAI berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dengan memastikan keselamatan pelanggan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi,” ujar Mahendro.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memastikan pelanggan terdampak berhak memperoleh pengembalian bea tiket secara penuh (100 persen), di luar bea pesan. Proses pembatalan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun di loket stasiun.
“Selain itu, pelanggan juga diberikan opsi untuk melakukan penjadwalan ulang perjalanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. KAI akan terus menyampaikan pembaruan informasi secara berkala terkait perkembangan operasional perjalanan kereta api,” ujar Mahendro. [luc/suf]





