Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Pasuruan memastikan pelaksanaan revitalisasi Pasar Besar tahap II akan dimulai pada akhir Juli 2025. Total anggaran yang disiapkan untuk proyek ini mencapai Rp6,4 miliar dari bantuan keuangan Pemprov Jatim.
Kabid Pengelolaan Pasar Disperindag Kota Pasuruan, Slamet Riyadi menjelaskan bahwa revitalisasi Pasar Besar dirancang dalam dua tahap. Tahap pertama telah rampung pada tahun 2022 lalu dengan anggaran sebesar Rp3 miliar.
“Pada tahap pertama, kami fokus pada perbaikan drainase, los ikan, depo sampah, serta area pasar yang terhubung langsung dengan Stasiun Pasuruan,” ujar Slamet. Ia menyebut pekerjaan tersebut menjadi dasar pembenahan lanjutan pada tahap berikutnya.
Untuk tahap kedua ini, Slamet mengatakan bahwa proses tender sudah berjalan dan kini memasuki masa sanggah. Jika tidak ada hambatan, pekerjaan fisik akan dimulai pada tanggal 28 Juli 2025.
“Pada tahap kedua ini, pagu anggarannya sebesar Rp6,4 miliar. Kami harap tidak ada kendala dalam tahap sanggah, sehingga pengerjaan bisa segera dilakukan,” jelasnya.
Revitalisasi tahap II akan mencakup perbaikan di sejumlah area penting dalam pasar, seperti los daging, komplek bedak aksesoris, konveksi, dan bedak buah. Selain itu, fasilitas umum seperti musala dan toilet juga akan direnovasi.
Tidak hanya itu, Disperindag juga akan melakukan perbaikan jaringan hydrant, pemasangan ulang kanopi, serta peningkatan jalan dan saluran drainase dalam pasar. Semua pekerjaan dirancang untuk memperbaiki sirkulasi, kenyamanan, dan keamanan pasar.
“Fokus utama kami adalah membenahi area dalam pasar agar lebih nyaman bagi pedagang dan pengunjung. Dengan wajah pasar yang lebih bersih dan tertata, diharapkan jumlah pengunjung meningkat,” terang Slamet.
Durasi pengerjaan proyek revitalisasi ini diperkirakan memakan waktu selama lima bulan. Disperindag optimistis revitalisasi bisa selesai tepat waktu sebelum akhir tahun.
“Harapannya Pasar Besar bisa menjadi pusat ekonomi rakyat yang representatif dan nyaman. Ini langkah penting untuk menghidupkan kembali pasar tradisional di tengah gempuran ritel modern,” tutup Slamet. (ada/ian)






