Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkan) Ponorogo memastikan kelanjutan pengembangan kawasan Monumen Reog di Desa/Kecamatan Sampung pada tahun ini. Namun, pelaksanaan proyek tersebut akan dilakukan dengan pendekatan kehati-hatian. Salah satu yang dilakukan yakni rencana Pemkab Ponorogo berkonsultasi langsung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan, langkah koordinasi dengan KPK dilakukan untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai regulasi. Hal itu dilakukan supaya tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Pun, rencana yang akan ada pembangunannya yakni di kawasan, belum menyentuh langsung mainbuilding Monumen Reog.
“Saya rencananya mau konsultasi dulu ke teman-teman KPK. Jangan sampai kita sudah membangun, ternyata salah. Ini harus dipastikan benar atau tidak sejak awal,” kata Lisdyarita, Jumat (23/1/2026).
Lisdyarita mengakui kawasan Monumen Reog saat ini telah menarik minat besar masyarakat, meski pembangunan belum sepenuhnya rampung. Tingginya animo publik menjadi salah satu pertimbangan untuk melanjutkan pengembangan, khususnya dalam memperkuat aspek budaya dan kenyamanan pengunjung.
“Monumen Reog ini luar biasa ramai. Harusnya budaya Ponorogo bisa lebih ditampilkan di sana. Kita ingin kawasan ini nyaman, bersih, dan lebih representatif,” katanya.

Bunda Rita sapaan akrab Lisdyarita, menyebut sejumlah rencana penunjang akan dilakukan. Yakni mulai dari pembangunan mushola, penataan paving, hingga perbaikan pencahayaan untuk memperindah tampilan kawasan. Meski demikian, Lisdyarita menegaskan kelanjutan proyek tetap menunggu hasil konsultasi resmi agar tidak melampaui batas kewenangan atau ketentuan hukum.
“Tahun ini tetap ada rencana pembangunan, tapi ya kita konsultasi dulu. Takut melampaui aturan,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Sugiarto menyampaikan bahwa Pemkab telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 6 miliar dalam APBD 2025. Jumlah itu tentunya untuk penguatan fasilitas umum di kawasan Monumen Reog.
“Sekitar Rp 6 miliar kita anggarkan untuk fasilitas umum,” kata Agus Sugiarto.
Anggaran tersebut, kata Agus difokuskan pada pembangunan sarana penunjang. Seperti toilet, mushola, listrik, open gate, serta fasilitas umum lainnya. Dia menegaskan bahwa anggaran itu, tanpa menyentuh bangunan utama monumen.
“Pembangunannya tetap di kawasan, tapi fokusnya fasilitas umum, seperti kamar mandi, mushola, listrik, dan open gate,” pungkasnya. (end/but)






