Surabaya (beritajatim.com) – Pertemuan Bernardo Tavares dengan mantan klubnya, PSM Makassar, di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya menjadi momen penuh kenangan yang membangkitkan ingatan sang pelatih.
Meski saat ini PSM Makassar berada di papan bawah klasemen Liga 1 musim 2025/2026, perjalanan tim berjuluk Juku Eja tersebut masih menyisakan jejak kontribusi Bernardo Tavares. Ia sempat menjadi pelatih kepala PSM pada awal kompetisi sebelum akhirnya berpisah.
“Saya ingin menyampaikan satu hal. Semua tahu bahwa PSM Makassar adalah klub terakhir saya. Saya mendoakan yang terbaik untuk mereka,” ujar Bernardo Tavares, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, sebagian besar pemain yang saat ini memperkuat PSM Makassar merupakan skuad pilihannya selama kurang lebih tiga setengah tahun terakhir. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan para pemain tersebut.
“Hampir semua pemain di sana adalah pilihan saya selama tiga setengah tahun kami bersama. Kami adalah keluarga dan saya sangat menghormati mereka. Namun sekarang, saya punya keluarga baru di sini dan ingin membangun hal-hal baik bersama. Untuk suporter PSM, teruslah dukung tim kalian di Parepare, jangan menyerah,” tuturnya.
Kini, Bernardo Tavares fokus bersama Persebaya Surabaya dan berkomitmen membangun prestasi baru tanpa terus menoleh ke masa lalu.
Sementara itu, PSM Makassar yang kini ditangani Thomas Trucha tengah berupaya bangkit dari keterpurukan. Hingga pekan terbaru, PSM berada di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin.
Sepanjang putaran pertama hingga awal putaran kedua musim ini, PSM mencatatkan lima kemenangan, delapan hasil imbang, dan sepuluh kekalahan. Raihan tersebut membuat mereka harus bekerja ekstra keras untuk memperbaiki posisi di papan klasemen. [way/aje]






