Jakarta (beritajatim.com) – Graham Arnold mengungkapkan keputusan mundurnya dari jabatan head coach Australia, yang diambil setelah hasil imbang 0-0 melawan Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Ia menekankan bahwa memimpin Subway Socceroos adalah puncak kariernya dan sebuah kehormatan yang tak ternilai.
“Saya sangat bangga dengan pencapaian kami—mulai dari memecahkan rekor hingga membina bakat baru dan mengukir sejarah di panggung global. Setelah mempertimbangkan dengan saksama, saya yakin inilah saatnya untuk memberikan kepemimpinan baru yang bisa membawa tim maju,” ungkapnya dalam laman resmi Socceroos.
Arnold juga mengucapkan terima kasih yang tulus kepada para pemain, staf, Football Australia, dan para penggemar yang selalu mendukung.
“Subway Socceroos memiliki masa depan yang cerah, dan saya yakin mereka akan terus unggul,” ujar Arnold.
Dengan pengalaman 40 tahun di sepak bola Australia, enam di antaranya sebagai pelatih kepala Socceroos, Arnold merasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan.
“Setelah pertandingan melawan Indonesia, saya menyadari pentingnya membuat keputusan. Firasat saya menyatakan bahwa inilah saatnya untuk berubah, baik untuk diri saya sendiri maupun untuk program ini,” ujarnya.
Arnold menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi kebaikan negara, para pemain, dan Football Australia.
“Saya telah memberikan segalanya untuk peran ini, dan saya bangga dengan semua yang kami capai. Menyaksikan pertumbuhan dan persaudaraan di dalam tim ini, serta pencapaian luar biasa di Qatar, akan selalu menjadi kenangan berharga bagi saya,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Arnold mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama keluarga besar sepak bola Australia, yang telah mendukungnya selama enam tahun terakhir.
Ia berharap tim dan staf pendukung yang luar biasa ini akan meraih kesuksesan dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA yang akan datang. (faw/ted)






