Surabaya (beritajatim.com) – Setelah 1,5 Tahun digelar hybrid, kedua kali pelantikan dokter di Fakultas Kedokteran UNAIR digelar full offline, Rabu (3/11). Pelantikan Dokter Periode IV Tahun 2021 ini diikuti oleh 20 dokter baru. Tak hanya itu, satu orang perwakilan keluarga dari masing-masing lulusan dokter juga diizinkan mengikuti prosesi yang digelar di Aula FK UNAIR.
Diadakannya pelantikan secara offline disyukuri oleh para dokter lulusan baru. Mereka senang, momen sakral yang hanya terjadi sekali seumur hidup ini bisa dirasakan secara langsung. Bukan secara virtual seperti sebelumnya.
Rasa syukur ini salah satunya diutarakan oleh Fernanda Irfatul Laily, “Kami sangat senang, karena untuk masuk ke sini (FK UNAIR,Red) juga sulit, penuh perjuangan. Dengan disumpah secara offline ini seperti terbayarkan,” terangnya.
Setelah lulus, dokter yang pernah menyandang gelar Yuk Mojokerto ini ini berencana mengambil intership di Mojokerto, tempat lahirnya. Mental dan pengetahuan menjadi dua hal yang dia persiapkan, mengingat ia juga termasuk lulusan yang proses pembelajarannya terdampak pandemi COVID-19.
“Tentu saja intensitas bertemu pasien jauh lebih sedikit dibandingkan dengan saat sebelum pandemi. Namun saya selalu berusaha agar ilmu yang saya dapatkan tetap maksimal. Mulai belajar dari video dan praktik sendiri,” terang dokter Kelahiran Tahun 1996 ini.
Dekan FK UNAIR, Prof Dr. DR. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) menuturkan, pelantikan dokter yang digelar penuh secara offline ini mempertimbangkan kondisi pandemi COVID-19 yang mulai terkendali. Pertimbangan lain adalah jumlah lulusan dokter di Periode IV yang tidak banyak.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unair”]
“Ke depan kami akan terus mempertimbangkan kondisi pandemi ya. Jika pandemi ini jadi endemi, insyaallah akan kami lakukan secara offline terus karena memang kalau kita mengatakan, chemistry-nya itu lain, antara disumpah secara offline dan online. Saya sendiri menilai bahwa penyumpahan ini merupakan saat-saat yang penting, saat-saat seorang dilantik menjadi dokter ya sebisanya offline.”
Prof Budi menambahkan, FK UNAIR saat ini juga sudah mulai membuka ujian S1, S2 dan S3 secara offline. Dimulai dengan Ujian Doktor Terbuka yang digelar offline tanggal 28 Oktober lalu. [adg/but]







