Surabaya (beritajatim.com) – Makan bareng dengan jumlah orang lebih dari dua tentu ada konsekuensinya. Salah satunya harus mengeluarkan uang lebih untuk bayar makanan.
Mengeluh harga kemahalan mungkin hal biasa. Tetapi, harus dilihat juga seberapa banyak menu yang dipesan sebelum mengatakan mahal.
Seorang pengusaha restoran di Alor Setar, Kedah, Malaysia, Samz Wong, baru-baru ini mengunggah kisahnya berhadapan dengan pelanggan yang mengeluh. Si pelanggan menilai harga makanan yang harus dia bayar terlalu mahal, padahal itu untuk sembilan orang.
Dikutip dari World of Buzz, Wong mengatakan bahwa harga yang dia berikan tidaklah mahal. Apalagi jika melihat harga-harga bahan pokok di pasar yang sudah mulai naik.
“Pelanggan datang untuk membayar setelah makan dan mengatakan bahwa makanan kami sangat mahal, saya mengatakan kepadanya bahwa totalnya 148 ringgit, (Rp500 ribu) dan itu tidak mahal karena untuk makan sembilan orang,” kata Wong.
Pelanggan itu membalas dengan mengatakan bahwa itu sangat mahal. Si pelanggan mengklaim hanya ada “beberapa hidangan.”
Melihat kuitansi, ada tujuh hidangan yang dipesan dan yang paling mahal adalah ikan dengan sayuran yang diawetkan. Warganet yang melihat nota tersebut mengatakan sebaliknya.
Dari harga yang tertera di nota, warganet menyatakan itu tidak mahal. Karena 148,40 ringgit jika dibagi sembilan maka hanya sebesar 16,50 ringgit atau sekitar Rp51 ribu per orang.
Wong menambahkan dia melakukan beberapa perhitungan dan menyadari hanya dapat 30 persen dari keuntungan rata-rata. Ini lantaran harga bahan-bahan pangan sudah naik.
“Harga daging, ayam, minyak, dan bahan makanan impor naik, tetapi kami tidak menaikkan harga karena kami ingin mempertahankan pelanggan kami,” kata Wong.
“Jika Anda pergi ke pasar untuk membeli ikan, daging, dan sayuran untuk makan sembilan orang, 150 ringgit mungkin tidak cukup,” kata dia melanjutkan.
Banyak warganet yang sependapat dengan pemilik restoran tersebut.
“Sesuai dengan harganya, sangat murah. Orang-orang seperti ini makan nasi tanpa mengetahui harga beras. Minta dia untuk memasak sendiri di rumah,” tulis warganet.
“Ini terlalu murah. Harga di Malaysia Utara murah. Jika dia datang ke KL atau Malaysia Selatan, dia pasti akan memarahi tanpa henti,” tulis warganet.
Pemilik restoran juga mengatakan dia tidak bermaksud membuat unggahan untuk mengiklankan restorannya. Bisnis keluarga yang dia kelola ini sudah terkenal dan telah berjalan selama 22 tahun. (adg/beq)






