Madiun (beritajatim.com) – Jauh dari rumah dan keluarga, sembilan pelajar asal Papua penerima Beasiswa ADEM di SMKN 1 Geger mendapat kejutan hangat dari Kapolsek Geger AKP Hafiz Prasetia Akbar, Selasa Malam (7/10/2025).
Tak sekadar kunjungan, Kapolsek datang membawa semangat, pelukan kebersamaan, dan pesan agar mereka menjadikan Kampung Pesilat sebagai rumah kedua.
Kunjungan dilakukan di dua lokasi tempat kos para siswa, masing-masing di Desa Uteran dan Desa Sangen. Kapolsek turut didampingi Bhabinkamtibmas dari Desa Uteran dan Desa Sangen, para guru pendamping, serta pengurus RT setempat.
Kesembilan siswa tersebut merupakan penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dari Kemendikbudristek. Mereka berasal dari berbagai daerah di Papua, seperti Raja Ampat, Sorong, Kaimana, Nabire, Jayapura, hingga Papua Pegunungan. Program ADEM menjadi jembatan bagi putra-putri Papua untuk mengenyam pendidikan menengah di berbagai provinsi, termasuk Jawa Timur.
Dalam kunjungannya, Kapolsek memberikan motivasi agar para siswa mengisi masa belajar di Kampung Pesilat dengan semangat dan kenangan yang indah. Ia berpesan agar menjauhi miras dan narkoba, serta mematuhi tata tertib sekolah dan lingkungan sekitar.
“Kami ingin adik-adik Papua merasa diterima di Geger. Jangan sampai menyesal karena tidak belajar maksimal. Saya juga pernah merantau saat kuliah di Edinburgh, jadi saya tahu rasanya ketika ada yang membantu meski sederhana,” ujar Kapolsek, Rabu (8/10/2025)
Selain memberi motivasi, Kapolsek Geger juga menyalurkan tali asih berupa sembako bagi para pelajar yang jauh dari keluarga dan kampung halaman. Pihak sekolah, melalui Wakasek Kesiswaan Udin Sasmito dan Guru Bimbingan Konseling Mety Leontiana Pinem, mengapresiasi perhatian antara Polsek, perangkat desa, dan warga setempat dalam pembinaan siswa perantau.
“Kehadiran Kapolsek memberi dampak positif bagi anak-anak. Mereka merasa diperhatikan dan diterima di lingkungan barunya,” kata Udin.
Kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kapolres Madiun Kemas Indra Natanegara yang mendorong jajaran Polri aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat.
Menutup kunjungan, Kapolsek menyampaikan harapannya agar Geger menjadi rumah bagi siapa pun tanpa memandang latar belakang.
“Meski mayoritas warga bersuku Jawa dan di wilayah ini tidak ada gereja, kerukunan tetap bisa dirawat. Kuncinya saling menghormati dan gotong royong,” pungkasnya. (rbr/ted)






