Ringkasan Berita:
- Nelayan asal Situbondo, Kusnadi, bertahan hidup selama dua hari mengapung di laut setelah perahunya tenggelam dihantam ombak.
- Korban menyelamatkan diri dengan berpegangan pada tutup wadah ikan berbahan fiber hingga terbawa arus ke Pulau Giliyang.
- Warga Pulau Giliyang memberikan pertolongan pertama sebelum korban dilaporkan kepada pihak berwenang.
- BPBD Situbondo mengapresiasi seluruh tim pencarian dan mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan cuaca serta membawa alat keselamatan.
Situbondo (beritajatim.com) – Kisah dramatis dialami Kusnadi (49), nelayan asal Dusun Sompelan, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Ia berhasil selamat setelah bertahan hidup selama dua hari dua malam mengapung di tengah laut dengan berpegangan pada tutup wadah ikan berbahan fiber, sebelum akhirnya terdampar di pesisir Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura.
Kusnadi sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Takat Mas. Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan korban ditemukan warga Pulau Giliyang pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 00.00 waktu setempat. Informasi tersebut kemudian diterima BPBD Situbondo pada pukul 07.30 WIB.
“Korban ditemukan warga Pulau Giliyang dalam keadaan selamat setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut. Saat ini kondisinya sehat dan masih berada di rumah warga yang pertama kali memberikan pertolongan,” kata Puriyono, Jumat (24/7/2026).
Peristiwa bermula ketika Kusnadi berangkat melaut seorang diri pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB menggunakan perahu fiber Raden Anum untuk mencari ikan di sekitar Perairan Takat Mas.
Di tengah perjalanan, perahunya dihantam ombak hingga terbalik dan tenggelam. Dalam situasi genting itu, Kusnadi berhasil menyelamatkan diri dengan memegang tutup wadah ikan berbahan fiber berwarna kuning yang mengapung di laut.
Selama dua hari dua malam, ia terus terbawa arus tanpa makanan, minuman, maupun perlengkapan keselamatan. Tutup wadah ikan tersebut menjadi satu-satunya benda yang membuatnya tetap bertahan di permukaan air hingga akhirnya arus membawa dirinya ke pesisir Dusun Baru, Desa Banraas, Pulau Giliyang.
Sesampainya di daratan, Kusnadi berjalan seorang diri mencari pertolongan hingga tiba di rumah seorang warga bernama Risno. Warga kemudian memberikan bantuan pertama agar kondisi korban segera pulih.
“Korban diberi pakaian kering, makanan, dan minuman oleh warga, kemudian dipersilakan beristirahat. Saat ini kondisinya sehat,” ujar Puriyono.
Meski berhasil menyelamatkan diri, satu unit perahu fiber beserta alat tangkap ikan milik Kusnadi tidak dapat diselamatkan karena tenggelam. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.
Menurut Puriyono, proses pemulangan Kusnadi ke Situbondo masih menunggu kondisi cuaca dan gelombang laut membaik. Dari Pulau Giliyang, korban akan menyeberang menggunakan perahu menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep, sebelum dijemput keluarganya melalui jalur darat.
BPBD Situbondo juga menyampaikan apresiasi kepada warga Pulau Giliyang yang sigap memberikan pertolongan, serta seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari Basarnas Banyuwangi, Satpolairud Polres Situbondo, Pos TNI AL Jangkar, Tagana, TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga para nelayan setempat.
“Alhamdulillah korban ditemukan dalam keadaan selamat. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut dan melengkapi diri dengan alat keselamatan,” pungkasnya. [awi/beq]






