Bojonegoro (beritajatim.com) – Dalam rangka perayaan Iduladha 1446 H, para pekerja ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang tergabung dalam Badan Dakwah Islam (BDI EMCL) menyalurkan 61 hewan kurban ke beberapa desa yang berada di sekitar wilayah operasi migas Lapangan Banyu Urip.
Tak hanya menyerahkan hewan kurban, para pekerja juga turut terlibat langsung dalam proses penyembelihan dan pembagian daging bersama masyarakat, Minggu (8/6/2025).
Hewan kurban tersebut dikumpulkan dari kontribusi para pekerja di tiga lokasi operasional utama, yakni Lapangan Banyu Urip, Lapangan Kedung Keris, dan FSO Gagak Rimang. Distribusi hewan kurban dilakukan di 12 desa dan 1 lembaga pendidikan di Kecamatan Gayam, dua desa di Kecamatan Kalitidu, satu desa di Kecamatan Dander, dan satu titik di Kabupaten Lamongan.
Ketua BDI EMCL, Imam Chudori menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan aksi sosial tahunan yang dilakukan secara sukarela oleh para pekerja. “Kami bersemangat menjalankan kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian karyawan terhadap masyarakat sekitar,” ujarnya.
Imam menambahkan, meskipun jumlah hewan kurban bisa berbeda setiap tahun, semangat gotong royong dan kepedulian para relawan terus meningkat. Keterlibatan pekerja juga semakin aktif dari tahun ke tahun.
Tokoh agama dari Kecamatan Gayam, Solikhin, mengapresiasi langkah EMCL melalui BDI yang tidak hanya menyalurkan bantuan kurban, tetapi juga terjun langsung ke lapangan bersama warga.
“Kegiatan ini menciptakan keakraban dan menunjukkan bahwa para pekerja EMCL hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan hanya sebagai perwakilan perusahaan,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Sulistiyawan. Ia menilai bahwa momentum Iduladha menjadi saat yang tepat untuk memperkuat tali silaturahmi antara pekerja industri dan masyarakat.
“Semangat kebersamaan ini penting untuk membangun rasa memiliki dan menciptakan lingkungan yang kondusif,” ucapnya.
Sulistiyawan berharap kegiatan ini terus dilanjutkan secara rutin, karena selain memberikan manfaat sosial, juga mempererat hubungan antara EMCL dan warga sekitar. Ia menilai bahwa keterlibatan langsung para pekerja dalam pembagian daging menciptakan kedekatan emosional* yang kuat dan saling mendukung.
“Dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan suasana yang harmonis di sekitar wilayah operasi migas,” pungkasnya. [lus/but]






