Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto resmi membuka Car Free Day (CFD) Peken Wilwatikta di Jalan R.A Basoeni, Kecamatan Sooko.
Tak sekadar menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan menikmati hiburan akhir pekan, kegiatan ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi sekaligus panggung bagi pelaku seni dan budaya lokal.
CFD Peken Wilwatikta diresmikan langsung Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanna. Kehadiran event tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Mojokerto menciptakan ruang publik yang mampu mempertemukan berbagai aktivitas masyarakat.
Gus Barra (sapaan akrab, red) mengatakan CFD Peken Wilwatikta memiliki dampak yang luas. Menurutnya, aktivitas masyarakat di lokasi CFD dapat memberikan efek berantai terhadap perekonomian, khususnya bagi pelaku UMKM yang berjualan. Ia menilai CFD Peken Wilwatika adalah satu kegiatan yang memiliki efek multiplier yang luar biasa.
“Bukan hanya untuk gerak ekonomi saja, tapi ia (CFD Peken Wilwatikta) menjadi wahana untuk bersilaturahim, menjadi tempat untuk bisa bertemu. Tingginya antusiasme masyarakat menjadi modal penting untuk mengembangkan CFD Peken Wilwatikta,” ungkapnya, Minggu (30/8/2026).
Pemkab Mojokerto pun akan melakukan evaluasi secara berkala agar kegiatan tersebut semakin menarik dan memberikan manfaat lebih besar. Menurutnya, konsep CFD tersebut tidak hanya berhenti pada aktivitas perdagangan dan olahraga. Panggung yang tersedia juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan seniman serta budayawan kepada masyarakat.
“Ini juga menjadi wahana untuk memperkenalkan seniman dan budayawan untuk tampil, karena itu ke depan pasti akan ada perubahan-perubahan berikutnya, penyempurnaannya, agar kegiatan temu kita ini bisa lebih meriah dan kemudian bisa menarik pengunjung datang di acara Car Free Day pekan budaya kita,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto memastikan CFD Peken Wilwatikta akan menjadi agenda rutin. CFD tersebut direncanakan berlangsung dua kali setiap bulan pada hari Minggu. Pemkab berharap kegiatan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Acara Car Free Day ini akan dilaksanakan satu bulan dua kali, Jadi sebanyak satu bulan dua kali, semoga nanti akan bisa berjalan baik, berjalan bagus dan tentu saja akan membawa dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto,” terangnya.
Beragam fasilitas juga disiapkan untuk membuat CFD Peken Wilwatikta menjadi ruang publik terpadu. Selain tenant UMKM dan pertunjukan kesenian, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Samsat keliling, perpustakaan keliling, hingga cek kesehatan gratis. Aktivitas olahraga juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
“Salah satunya senam bersama yang diharapkan dapat mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Kita menyediakan ruang publik terpadu di mana ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan di event Car Free Day ini. Di antaranya nanti akan ada tenant-tenant ataupun tempat-tempat pelayanan kesehatan dan juga ada aktivitas olahraga, seperti senam bersama,” imbuhnya.
Konsep Peken Wilwatikta tersebut membuat CFD tidak hanya berorientasi pada hiburan. Ruang yang tersedia juga menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat, sekaligus membuka peluang pasar baru. Di sisi lain, kehadiran seniman dan budayawan lokal memberikan warna tersendiri.
Pemkab Mojokerto berharap kegiatan yang digelar di kawasan Sooko tersebut mampu menjadi ruang bertemunya aktivitas ekonomi, olahraga, pelayanan publik, serta pelestarian budaya. Peresmian CFD Peken Wilwatikta turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko, anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, serta jajaran pimpinan dan perwakilan Forkopimda Mojokerto Raya. [tin/ted]






