Jember (beritajatim.com) – Muhammad Fawait, calon bupati nomor urut 2, belum tancap gas dalam pekan pertama kampanye pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang dimulai sejak 25 September 2024.
“Saya hari ini bersilaturahmi ke tokoh dan masyarakat serta pihak-pihak yang mengundang kami. Tidak ada kampanye terbuka,” kata Fawait kepada Beritajatim.com, Jumat (27/9/2024) sore.
Fawait meminta doa restu dari orang-orang yang dikunjunginya. “Kami sedang berjuang untuk mengabdi di Jember lewat pilkada. Kami mohon doa, dan saya selalu sampaikan kepada semua agar menjaga kondusivitas,” katanya.
“Jangan sampai pilkada menjadi ajang black campaign, saling menjelekkan, saling menghina. Soal di lapangan ada yang menghina saya, saya sampaikan, senyumin saja, solawatin saja. Tapi komitmen saya bersama tim, saya sampaikan kepada konstituen, untuk tidak membalas supaya pilkada berjalan lancar dan damai,” kata Fawait.
Lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini menegaskan, pilkada adalah media adu gagasan. “Sebagai kader partai politik dan aktivis, keberhasilan bagi kami bukan hanya memenangi pilkada. Kami yakin kami menang. Tapi yang tidak kalah penting, kami menang secara terhormat dan ikut serta menjaga kondusivitas pilkada,” katanya.
Menurut Fawait, pilkada yang berjalan lancar dan dami akan membuat masyarakat tidak terbelah. “Perekonomian kita juga akan semakin tumbuh. Sebaliknya, jika pilkada ini membuat masyarakat terbelah, dampaknya juga kurang bagus buat perekonomian, investasi, dan lain sebagainya,” katanya.
Fawait ingin bangsa Indonesia membuktikan sebagai bangsa yang dewasa dalam berdemokrasi. “Kita sudah membuktikan kepada dunia bahwa pemilu legislatif dan pemilihan presiden berjalan sejuk dan damai. Kita buktikan juga dalam pilkada ini, Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar teruji menyelenggarakannya dengan baik, damai, dan tenteram,” katanya.
Fawait berpasangan dengan Djoko Susanto. Keduanya diusung tujuh partai parlemen, yakni Gerindra, PKB, Nasdem, PKS, PPP, Golkar, dan PAN, serta tujuh partai politik nonparlemen. [wir]






