Lumajang (beritajatim.com) – Seorang pedagang sayur mengalami nasib malang saat menjalankan aktivitasnya dini hari tadi. Suryani (45), warga Desa Randuagung, menjadi korban pembegalan di jalan raya Klakah, tepatnya di depan sebuah pabrik garmen.
Peristiwa mengerikan ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Senin (23/12/2024). Saat itu, Suryani tengah dalam perjalanan untuk kulakan guna memenuhi kebutuhan dagangannya. Namun, niatnya tersebut harus terhenti akibat ulah tiga orang pelaku yang tak bertanggung jawab.
Kapolsek Klakah, AKP Rudi Isyanto, menjelaskan bahwa korban merasa diikuti oleh para pelaku sejak awal perjalanan. Ketika sampai di lokasi kejadian, para pelaku langsung beraksi. Salah seorang pelaku mengancam Suryani dengan celurit dan memaksanya menyerahkan tas serta sepeda motornya.
“Korban sempat melawan, namun karena takut, ia akhirnya menyerahkan barang-barangnya. Akibat perlawanan tersebut, korban mengalami luka bacok di lengan kanan,” ungkap AKP Rudi saat dikonfirmasi.
Suryani langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung, nyawanya berhasil terselamatkan. Namun, trauma mendalam pasti akan menghantuinya.
Kasus pembegalan ini kembali menguatkan dugaan bahwa wilayah Kecamatan Klakah dan Ranuyoso memang rawan akan aksi kejahatan jalanan. Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat berkendara di malam hari.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak bepergian sendirian, terutama di jam-jam rawan. Selalu perhatikan lingkungan sekitar dan jangan ragu untuk meminta bantuan jika merasa terancam,” pesan AKP Rudi.
Polisi saat ini masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku dan membawa mereka ke hadapan hukum. Masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi proses penyelidikan. [kun]






