Magetan (beritajatin.com) – Sejumlah pedagang kecil di Kabupaten Magetan mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir. Selain pasokan terbatas, harga elpiji melon ini pun meroket jika dibeli di tingkat eceran.
“Sudah sekitar seminggu ini katanya pasokan dikurangi. Harganya sampai Rp24.000 per tabung di pengecer,” ujar Didik, pemilik warung angkringan di Magetan, Kamis (17/7/2025).
Ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan usahanya karena di pangkalan hanya diperbolehkan membeli satu tabung per hari. “Padahal butuh dua tabung untuk jualan. Harapannya pasokan bisa lancar lagi,” imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa turun langsung ke lapangan. Didampingi Kasat Reskrim dan petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kapolres melakukan pengecekan ke agen elpiji di Kecamatan Ngariboyo.
“Dari hasil pengecekan kami, alhamdulillah tidak ada kelangkaan. Rantai distribusi dan stok masih aman,” tegas Kapolres.
Ia juga memastikan bahwa harga elpiji 3 kg di Magetan masih stabil. Meski begitu, Kapolres mengakui adanya lonjakan permintaan pada bulan Juli ini seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga dan pelaku usaha mikro.
“Kami akan terus pantau secara berkala agar tidak terjadi penimbunan atau gangguan distribusi. Bila ada keterlambatan satu atau dua hari saja, itu bisa berdampak besar,” ujarnya.
Kapolres mengimbau masyarakat dan pemerintah desa untuk ikut mengawasi distribusi elpiji di wilayah masing-masing. Jika ditemukan kejanggalan, diharapkan segera melapor ke pihak berwenang. “Magetan selama ini relatif aman, bahkan saat hari besar distribusi tetap lancar. Kondisi ini harus dijaga bersama,” pungkasnya. [fiq/kun]






