Surabaya (beritajatim.com) – Kebijakan Pemkot Surabaya terkait penataan pasar tradisional dinilai sudah tepat. Hanya saja, pelaksanaan penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP terutama kepada pedagang liar belum sepenuhnya tuntas.
Nasirudin, Ketua Keluarga Besar Rakyat Surabaya (KBRS) mengatakan bahwa salah satu dampak dari belum tuntasnya penertiban yang dilakukan Satpol PP itu adalah dengan munculnya para pedagang liar di sekitaran Pasar Keputran dan Jalan Pandegiling.
“Para pedagang ini menjadi pedagang liar. Mereka berdagang di atas mobil, sepeda motor, dan terkesan petak umpet, lari-larian. Saya melihatnya Pemkot Surabaya kurang bisa memfasilitasi dalam rangka penertiban itu,” kata Nasirudin, Sabtu (13/1/2024).
Munculnya pasar-pasar kecil di sejumlah titik ini, kata dia, sangat merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya. Hal itu dipicu salah satunya karena belum tuntasnya penindakan yang dilakukan oleh aparat.
“Yang jelas, kalau keberadaan (pasar liar, red) itu sangat mengganggu PAD Surabaya. Kami melakukan kritik ini, supaya Pemkot Surabaya benar-benar serius, konsisten dan harus berani melakukan penertiban ini,” ujarnya.
Nasirudin mengungkapkan, para pedagang pasar juga mengeluh serta menilai jika Pemkot Surabaya terkesan tidak adil. Pemerintah seperti tebang pilih, salah satunya dengan adanya pasar liar tersebut.
“Kenapa akhir-akhir ini pedagang di Pasar Keputran itu turun ? Karena ada pedagang liar, dia kalah. Inilah kelemahan dari pengelola pasar. Kalau mampu mengelola, Pasar Keputran di atas itu tidak sepi,” katanya.
Karena itu, Nasirudin yang juga Ketua Tretan Comunity Center (TCC) itu meminta agar Pemkot Surabaya tegas kepada aparaturnya, dalam hal ini Satpol PP. Sebab, persoalan pasar di Surabaya tak akan pernah selesai jika tidak ada ketegasan dari pemerintah setempat.
Menurutnya, penertiban pasar liar itu akan berdampak positif bagi pedagang di Pasar Keputran. Sehingga, pasar juga akan kembali hidup. Nasirudin menyebut jika pihaknya sangat mendukung adanya penertiban itu.
“Saya sangat sepakat sekali, karena badan-badan jalan di Pandegiling kemarin itu memang sangat mengganggu pengguna jalan. Kemudian yang di dekat Pasar Keputran itu diterbitkan dan dirapikan, sehingga pasar keputran hidup lagi,” tandasnya. [ipl/beq]






